Pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 picu demam sepak bola di Taipei

12/06/2026 13:01(Diperbaharui 12/06/2026 13:01)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Orang-orang berkumpul di sebuah bar untuk menonton pertandingan pembuka Piala Dunia FIFA 2026 di Taipei pada Kamis malam. (Sumber Foto : CNA, 12 Juni 2026)
Orang-orang berkumpul di sebuah bar untuk menonton pertandingan pembuka Piala Dunia FIFA 2026 di Taipei pada Kamis malam. (Sumber Foto : CNA, 12 Juni 2026)

Taipei, 12 Juni (CNA) Sekitar 100 orang berkumpul di sebuah bar di Taipei untuk menyaksikan pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Meksiko, meskipun berlangsung pada pukul 03.00 hari Jumat (12/6).

Semua kursi telah dipesan sebelum pertandingan dimulai, kata seorang pegawai di Brass Monkey, sebuah bar di Taipei tempat pelanggan dapat menonton siaran langsung olahraga, kepada CNA.

Pertandingan Grup A antara Meksiko dan Afrika Selatan menarik pendukung dari berbagai benua ke tempat tersebut.

Bagi Misael Alanis, seorang mahasiswa asal Meksiko yang telah tinggal di Taiwan selama dua setengah tahun, suasana di bar sama pentingnya dengan pertandingan itu sendiri.

"Ada banyak orang Meksiko di sini dan kamu bisa merasakan suasananya benar-benar seru," kata Alanis. "Semua orang berteriak, semua orang menari."

Penonton Najla Manzanares (kanan) dan Zahara berbicara kepada CNA di Taipei pada Kamis malam. (Sumber Foto : CNA, 12 Juni 2026)
Penonton Najla Manzanares (kanan) dan Zahara berbicara kepada CNA di Taipei pada Kamis malam. (Sumber Foto : CNA, 12 Juni 2026)

Najla Manzanares, seorang mahasiswi asal Meksiko yang datang untuk menikmati Piala Dunia pertamanya di Taiwan, mengatakan bahwa acara tersebut telah mempertemukan orang-orang dari berbagai negara melalui sepak bola.

"Kami di sini bersama teman-teman kami dari Guatemala, Meksiko, Afrika Selatan, dan Argentina, jadi kami punya banyak teman di sini," katanya.

Di antara mereka ada Zahara, seorang turis dari California yang tumbuh besar di Meksiko. Ia mengatakan bahwa dirinya baru saja bertemu Manzanares beberapa jam sebelumnya di tempat tersebut.

"Kami tidak saling kenal sebelum Piala Dunia. Kami baru saja bertemu," kata Zahara. Baginya, itulah yang membuat pengalaman ini menjadi istimewa.

"Sepak bola adalah sesuatu yang sangat penuh gairah bagi orang Meksiko, dan melihatnya di Taiwan sangat spesial bagi saya," katanya. "Rasanya seperti sebuah komunitas yang sama-sama mencintai sepak bola."

Para penonton saling berpelukan erat selama pertandingan, ditemani kudapan dan bir di sebuah bar di Taipei pada Kamis malam. (Sumber Foto : CNA, 12 Juni 2026)
Para penonton saling berpelukan erat selama pertandingan, ditemani kudapan dan bir di sebuah bar di Taipei pada Kamis malam. (Sumber Foto : CNA, 12 Juni 2026)

Juga hadir Gagotheko Matsheka, seorang mahasiswi asal Afrika Selatan yang belajar bahasa Mandarin di Taipei.

Matsheka mengatakan ia datang ke tempat tersebut bersama teman-teman dari Meksiko dan Guatemala dan menikmati suasana yang ramah meskipun dikelilingi pendukung Meksiko.

"Sepak bola adalah hal yang sangat besar di Afrika Selatan," katanya, seraya menambahkan bahwa ia akan tetap bangga dengan tim negaranya apa pun hasilnya.

Taiwan tidak lolos ke Piala Dunia, tetapi hal itu tidak menghentikan Lee Guang-yu (李光宇), seorang surveyor teknik sipil asal Taiwan, untuk bergabung dengan kerumunan.

Setelah bermain sepak bola sejak kecil, Lee mengatakan ia melihat minat terhadap olahraga ini semakin meningkat di Taiwan, dengan semakin banyaknya diskusi tentang kompetisi internasional seperti Liga Champions UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA di media sosial.

Namun, ia mengatakan sepak bola masih perlu dipromosikan lebih besar di Taiwan.

Sebagai olahraga paling populer di dunia, sepak bola memberikan kesempatan untuk bertemu orang-orang dari berbagai negara dan melakukan pertukaran budaya, kata Lee.

"Jika Taiwan bisa lebih mempromosikan sepak bola, orang-orang bisa mengenal lebih banyak orang melalui olahraga ini dan melakukan pertukaran budaya dengan berbagai negara," katanya.

Pada pertandingan pembuka, Meksiko mengalahkan Afrika Selatan 2-0.

Edisi kali ini menandai pertama kalinya jumlah negara peserta bertambah dari 32 menjadi 48. Turnamen ini diselenggarakan bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Ke-48 negara tersebut dibagi menjadi 12 grup, dengan dua tim teratas di setiap grup dan delapan tim peringkat ketiga terbaik melaju ke babak gugur 32 besar.

(Oleh Chao Yen-hsiang, Sunny Lai, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.