Taipei, 11 Jun. (CNA) Taiwan telah melanjutkan ekspor daging babi setelah mendapatkan kembali sertifikasi mandiri sebagai bebas dari tiga penyakit utama pada babi, dengan pengiriman pertama produk olahan daging babi yang akan dikirim ke Singapura akhir bulan ini.
Produsen daging olahan Taiwan Farm Industry Co. (T-HAM) mengadakan upacara penyegelan kontainer di Kabupaten Pingtung hari Kamis (11/6) untuk menandai kesempatan tersebut.
Pengiriman tersebut terdiri dari 500 karton, atau 10.000 bungkus, sosis babi rasa original khas Taiwan milik perusahaan, yang dijadwalkan tiba di Singapura pada 25 Juni dan akan dijual di supermarket Sheng Siong, kata Ketua T-HAM Chang Hua-hsin (張華欣).
Chang mengatakan perusahaan akan fokus terlebih dahulu pada ekspor sosis sebelum memperluas ke produk seperti perut babi rebus dan bakso babi, dengan ekspor daging babi segar tetap menjadi tujuan jangka panjang.
Dimulainya kembali ekspor ini terjadi setelah Taiwan kembali memperoleh sertifikasi mandiri pada bulan April sebagai negara bebas dari penyakit mulut dan kuku, demam babi Afrika (ASF), dan demam babi klasik, setelah pihak berwenang berhasil mengendalikan wabah ASF yang dilaporkan pada Oktober lalu.
Wakil Menteri Pertanian Tu Wen-jane (杜文珍) menggambarkan pencapaian ini sebagai sesuatu yang langka di dunia, dengan mencatat bahwa baik Singapura maupun Filipina menerima aplikasi ekspor Taiwan tanpa mengirimkan tim inspeksi, yang merupakan tanda kepercayaan terhadap sistem pengendalian penyakit dan keamanan pangan Taiwan.
Wakil Bupati Kabupaten Pingtung Huang Kuo-jung (黃國榮) mengaitkan kemitraan dengan Singapura sebagian dengan upaya promosi pertanian oleh Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Pan Men-an (潘孟安) selama masa jabatannya sebagai bupati Pingtung, dan menyarankan bahwa basis konsumen etnis Tionghoa yang besar di Singapura dapat menjadikannya pintu gerbang bagi produk makanan Taiwan ke pasar Asia Tenggara yang lebih luas.
T-HAM mengatakan kesepakatan ini menandai tidak hanya kembalinya produk olahan daging babi Taiwan ke pasar internasional, tetapi juga pengenalan produk daging babi khas pulau ini ke rumah tangga di Singapura.