Taiwan turun ke peringkat 42 dalam Indeks Perdamaian Global

11/06/2026 17:15(Diperbaharui 11/06/2026 17:15)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Vision of Humanity)
(Sumber Foto : Vision of Humanity)

Taipei, 11 Jun. (CNA) Taiwan menempati peringkat ke-42 dalam hal tingkat kedamaian di antara 163 negara, turun lima peringkat dari tahun lalu, menurut Global Peace Index 2026 yang baru-baru ini dirilis.

Dengan skor keseluruhan 1,751, Taiwan turun dari peringkat ke-37 tahun lalu, menurut laporan yang diterbitkan oleh Institute for Economics and Peace (IEP) global.

Skor keseluruhan mengukur tingkat kedamaian suatu negara, menggunakan 23 indikator kuantitatif dan kualitatif di tiga domain -- konflik domestik dan internasional yang sedang berlangsung, keselamatan dan keamanan masyarakat, serta militerisasi. Setiap indikator diberi bobot pada skala 1 hingga 5, dengan skor lebih rendah menunjukkan tingkat kedamaian yang lebih tinggi.

(Sumber Foto : Vision of Humanity)
(Sumber Foto : Vision of Humanity)

Dalam bagian yang membahas penggunaan kecerdasan buatan untuk dan melawan perdamaian, laporan tersebut mengutip inisiatif vTaiwan milik Taiwan, yang menggunakan platform deliberasi open-source di tingkat nasional, sebagai salah satu dari sedikit contoh "deliberasi publik terstruktur yang menghasilkan perubahan kebijakan langsung dalam skala besar."

Di seluruh dunia, tingkat perdamaian berada pada titik terendah sejak indeks ini dimulai pada tahun 2007, dengan 99 negara mengalami penurunan tingkat kedamaian dan hanya 62 negara yang mengalami peningkatan, menurut laporan tersebut.

Pengeluaran militer global mencapai rekor US$2,9 triliun (Rp52,19 kuadriliun) pada tahun 2025, sementara jumlah kematian akibat konflik global tetap pada angka tertinggi dalam sejarah, dengan lebih dari 181.000 orang tewas pada tahun 2025, yang merupakan peningkatan enam kali lipat sejak 2008, menurut laporan tersebut.

Tingkat kedamaian menurun paling tajam pada domain konflik yang sedang berlangsung, namun sedikit membaik pada domain keselamatan dan keamanan serta militerisasi, demikian disebutkan. Militerisasi membaik terutama karena komitmen yang lebih kuat terhadap operasi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa , menurut laporan tersebut.

Islandia tetap menjadi negara paling damai di dunia selama 19 tahun berturut-turut, dengan skor keseluruhan 1,161, diikuti oleh Selandia Baru, Swiss, Slovenia, dan Irlandia, menurut laporan tersebut.

Melengkapi 10 besar adalah Austria, Portugal, Singapura, Finlandia, dan Jepang, demikian ditunjukkan.

Indonesia menempati peringkat ke-69 dari 163 negara yang dinilai dalam laporan tersebut, dengan skor keseluruhan 1,918.

Di posisi terbawah adalah Rusia, dengan skor 3,367, menurut laporan tersebut.

Institute for Economics and Peace yang berbasis di Australia adalah lembaga pemikir independen, non-partisan, dan nirlaba yang didedikasikan untuk mengalihkan fokus dunia pada perdamaian sebagai ukuran kesejahteraan dan kemajuan manusia yang positif, dapat dicapai, dan nyata, menurut laporan tersebut.

(Oleh Liu Wen-yu, Wu Kuan-hsien, dan Jennifer Aurelia) 

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.