Taipei, 11 Jun. (CNA) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) kembali ke Taiwan pada Rabu malam (10/6) setelah kunjungan selama lima hari ke Palau, dengan mengatakan bahwa sorotan utama dari perjalanan tersebut adalah keberhasilan yang terlihat dari hubungan dan kerja sama antara kedua negara, serta daya tarik pariwisata Palau.
Setibanya di Bandara Internasional Taoyuan, Hsiao mengatakan bahwa misi diplomatik yang diberikan oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah berhasil.
Kunjungan tersebut, yang merupakan kunjungan pertamanya ke negara sahabat diplomatik sejak menjabat pada Mei 2024, meninggalkan kesan mendalam baginya, kata Hsiao, sambil memuji Presiden Palau Surangel S. Whipps Jr. dan pemerintahannya atas pengaturan yang telah dilakukan untuknya.
Delegasi Taiwan disambut hangat oleh Whipps, Wakil Presiden Raynold Oilouch, pejabat pemerintah lainnya, dan para pemimpin tradisional, yang memperkuat ikatan erat antara kedua negara, ujarnya.
Persahabatan antara Taiwan dan Palau berakar pada warisan Austronesia yang sama yang menghubungkan kedua bangsa melintasi lautan, kata Hsiao, sambil memberikan penghormatan kepada keindahan alam Palau dan mendorong warga Taiwan untuk mengunjungi sekutu Pasifik tersebut.
Palau adalah sekutu diplomatik terdekat Taiwan secara geografis dan dapat dicapai dengan penerbangan langsung kurang dari empat jam, dengan empat jadwal penerbangan per minggu dari Taiwan, tambahnya.
Hsiao mengatakan bahwa sorotan utama dari kunjungannya adalah hasil nyata dari kerja sama Taiwan-Palau dan kontribusi Taiwan kepada komunitas internasional.
Selama kunjungan Hsiao, Taiwan mengumumkan bahwa personel dari Biro Investigasi akan ditempatkan di Palau untuk membantu memerangi kejahatan lintas negara, dan bahwa pesawat nirawak akan disumbangkan kepada pemerintah Palau.
Delegasinya juga mengunjungi proyek infrastruktur yang didanai Taiwan, rumah sakit nasional Palau, pusat budidaya perairan, dan lahan percontohan yang dijalankan oleh misi teknis Taiwan.
Hsiao mengatakan bahwa proyek-proyek tersebut menyoroti hasil kerja sama bilateral di bidang infrastruktur, pertanian, perikanan, dan layanan kesehatan, yang memberikan fondasi kuat untuk kolaborasi lebih lanjut antara kedua negara.
Mengakui tantangan yang dihadapi Taiwan di arena internasional, Hsiao berterima kasih kepada Palau atas dukungan yang berkelanjutan, dan ia menegaskan kembali sikap Presiden Lai bahwa rakyat Taiwan memiliki hak untuk berinteraksi dengan dunia.
Rakyat Taiwan akan terus berkontribusi kepada dunia meskipun menghadapi berbagai tantangan, ujarnya.