Taipei, 12 Juni (CNA) Hanny Milliana Tsao, seorang imigran baru asal Indonesia, membimbing peserta kelas pendidikan keluarga di New Taipei untuk mengenal batik melalui ragam motif lukis tangan yang kaya warna dan sarat nuansa Asia Tenggara, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) selaku penyelenggara.
Hanny, seorang ketua kelompok tari yang telah lama aktif mempromosikan kebudayaan Nusantara, dalam acara yang diselenggarakan pada Rabu (10/6) itu menjelaskan bahwa batik di Indonesia dianggap sebagai busana nasional, kata NIA dalam sebuah rilis pers.
Di lokasi acara juga dipamerkan sejumlah motif klasik, seperti kawung, parang, dan megamendung. Kekayaan nilai budaya yang terkandung di dalam setiapnya membuat para peserta takjub, menurut NIA.
Selain pengenalan sejarah dan budaya, fokus utama kegiatan ini adalah pengalaman praktik batik tulis, di mana para peserta diperkenalkan dengan kain katun, lilin khusus batik, pemanas, dan canting.
Dengan mengikuti tahapan pembuatan secara tradisional, mulai dari membuat sketsa dengan pensil, menggambar dengan canting dan lilin panas, hingga proses pewarnaan, pelorodan lilin, dan penjemuran, para peserta dapat merasakan ketelitian dan semangat kerja para perajin batik, kata NIA.
Kepala Kantor Layanan New Taipei NIA Cheng Yao-ne (鄭曜䅞) menyampaikan bahwa kelas pendidikan keluarga kali ini bukan sekadar pengalaman kerajinan tangan, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya.
Melalui kegiatan berkarya bersama antara orang tua dan anak, hubungan keluarga menjadi semakin erat, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keindahan budaya yang berbeda, kata Cheng, seraya mencatat acara ini juga menghadirkan semangat keberagaman dan keharmonisan yang hangat bagi komunitas setempat.
Selesai/IF