Taiwan ancam denda hingga NT$5 juta untuk iklan makanan berunsur klaim medis

22/05/2026 18:15(Diperbaharui 22/05/2026 18:15)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 22 Mei (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) memperingatkan bahwa iklan makanan yang secara tersirat mengklaim khasiat medis, termasuk melalui penggunaan metafora, homofon, atau salah eja, tetap dapat dianggap melanggar hukum dan dikenai denda hingga NT$5 juta (Rp2,8 miliar).

TFDA pada Selasa (19/5) merilis pedoman kepatuhan iklan makanan yang memuat penjelasan mengenai bentuk-bentuk pelanggaran umum beserta contoh kasus dan alur penilaian kepatuhan guna membantu pelaku usaha, agensi periklanan, dan pekerja pemasaran memahami batasan hukum dalam promosi produk pangan.

Kepala Divisi Perencanaan dan Manajemen Teknologi TFDA, Cheng Wei-chih (鄭維智) mengatakan iklan makanan merupakan salah satu jenis pelanggaran iklan terbesar di Taiwan. Menurutnya, tujuan pemerintah bukan semata-mata menjatuhkan sanksi, tetapi juga memberikan pembinaan sejak awal.

Ia menjelaskan bahwa seluruh bentuk promosi produk yang ditujukan kepada publik, termasuk promosi oleh pemengaruh atau testimoni penggunaan produk, dapat dikategorikan sebagai iklan apabila mengarahkan konsumen pada produk, saluran penjualan, atau metode pembelian tertentu demi keuntungan komersial.

Karena itu, isi iklan tidak boleh mengandung informasi palsu, berlebihan, menyesatkan, ataupun mengklaim khasiat medis.

Cheng menegaskan bahwa penilaian pelanggaran didasarkan pada keseluruhan penyajian iklan, termasuk teks, gambar, animasi, dan video, serta apakah unsur-unsur tersebut dapat membuat konsumen menganggap produk memiliki kemampuan menyembuhkan penyakit.

Ia menambahkan bahwa penggunaan istilah tidak langsung, permainan kata, homofon, maupun salah eja tetap dapat dianggap melanggar apabila menimbulkan kesan bahwa produk pangan memiliki efek medis.

Sebagai contoh, istilah populer seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi alias “tiga tinggi”, “darah kotor”, atau “panas hati” dapat dikategorikan berisiko tinggi apabila disertai visual seperti animasi pembuluh darah atau narasi yang menyiratkan perubahan fungsi tubuh atau pengobatan penyakit.

“Ketika sakit, masyarakat seharusnya mencari pengobatan dari dokter, bukan menggantungkan harapan pada makanan kesehatan,” kata Cheng.

TFDA menyatakan bahwa iklan makanan yang dianggap mengandung informasi palsu, berlebihan, atau menyesatkan dapat dikenai denda NT$40.000 hingga NT$4 juta sesuai Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan.

Sementara itu, iklan yang mengklaim khasiat medis dapat dikenai denda NT$600.000 hingga NT$5 juta, serta sanksi tambahan berupa penghentian usaha atau pencabutan izin usaha.

(Oleh Huang Chiao-wen dan Agoeng Sunarto)

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.