Taipei, 22 Mei (CNA) Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mengatakan pada hari Kamis (21/5) bahwa layanan ojek daring tidak diizinkan berdasarkan peraturan saat ini, setelah muncul spekulasi di media sosial bahwa Uber sedang mempertimbangkan program percontohan di Taipei.
Dalam sebuah pernyataan, MOTC mengutip Pasal 34 Undang-Undang Jalan Raya, yang menyatakan bahwa layanan angkutan penumpang komersial dibatasi hanya untuk operator bus dan taksi yang telah disetujui, dan bahwa peraturan saat ini tidak mengizinkan penggunaan skuter untuk angkutan penumpang komersial.
Pengemudi yang tertangkap melakukan aktivitas tersebut dapat dikenai denda hingga NT$200.000 (Rp112 juta), sementara operator platform dapat dikenai denda hingga NT$25 juta, dengan keduanya dapat dikenai pencabutan izin dan surat izin usaha, demikian pernyataan tersebut.
Tanggapan kementerian muncul setelah warganet membagikan unggahan media sosial yang menunjukkan bahwa Uber telah mengirim pesan teks kepada pengemudi terpilih di platformnya, meminta mereka membawa surat izin dan dokumen pribadi lainnya mulai hari Rabu ke pusat layanan Uber di Distrik Beitou, Taipei, untuk mengikuti "program percontohan."
Pesan tersebut tidak menyebutkan layanan ojek daring atau merinci apa yang dimaksud dengan program tersebut.
Juru bicara Serikat Pengemudi Taksi Taipei, Lee Wei-er (李威爾), mengatakan kepada wartawan bahwa, menurut pemahamannya, Uber sebelumnya telah mengajukan proposal kepada Departemen Informasi dan Pariwisata Taipei untuk proyek promosi budaya Beitou yang melibatkan layanan ojek daring.
Namun, ia mengatakan rencana tersebut kemudian ditolak setelah departemen pariwisata berkonsultasi dengan Departemen Transportasi Kota dan Kantor Transportasi Umum, yang keduanya menyatakan bahwa layanan ojek daring ilegal.
Sementara itu, MOTC mengatakan telah berkonsultasi dengan Komisi Pengawas Keuangan terkait masalah ini, yang menegaskan bahwa perlindungan asuransi penumpang dan tanggung jawab hukum saat ini belum tersedia untuk layanan ojek daring.
Premi asuransi didasarkan pada penggunaan kendaraan, dengan kategori risiko yang berbeda untuk kendaraan pribadi dan komersial, kata kementerian, yang memperingatkan bahwa angkutan penumpang komersial ilegal menggunakan skuter dapat menyebabkan penolakan klaim atau perselisihan, sehingga pengemudi dan penumpang tidak mendapatkan perlindungan penuh.
Dalam sebuah pernyataan, Uber tidak secara eksplisit menyebutkan layanan ojek daring, melainkan mengatakan bahwa mereka berharap dapat menggunakan teknologi untuk menyediakan pilihan mobilitas yang lebih nyaman, efisien, dan aman.
Mengingat geografi dan karakteristik pariwisata Beitou yang unik, perusahaan mencatat bahwa mereka bekerja sama dengan operator armada mitra Rides Formosa Co. untuk mempelajari bagaimana inovasi digital dapat meningkatkan dan memperbaiki layanan transportasi lokal yang ada, termasuk pengenalan fitur keselamatan yang lebih baik.
Uber mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap evaluasi, seraya menambahkan bahwa mereka berharap dapat bekerja sama dengan operator armada lokal dan mitra untuk mempromosikan mobilitas hijau dan cerdas.