Jakarta, 19 Mei (CNA) Tim Taiwan telah meraih tiga medali perak dan dua perunggu dalam Asian Modern Pentathlon Championships (AMPC) U17 dan U19 tahun ini di Yogyakarta, Indonesia, sementara seluruh atlet yang tampil berhasil mengamankan tiket ke kejuaraan dunia, menurut pelatih.
Pelatih tim, Yang Yi-hung (楊毅弘) hari Senin (18/5) mengatakan kepada CNA bahwa para atlet muda Taiwan yang berlaga di AMPC U17 & U19 Asian Championships 2026 yang digelar dari 10 hingga 17 Mei mampu mengatasi tekanan psikologis dan bangkit di kategori putra maupun putri.
Pada kategori putri U19, atlet Shih Yu-ning (施友甯), Lee Yu-en (李予恩), dan Chen Wei-hsin (陳瑋妡) sempat tampil buruk pada nomor anggar di final akibat tekanan mental sehingga turun ke posisi keempat, menurut Yang.
Namun, ketiganya menunjukkan mentalitas kuat dan tampil gemilang pada nomor palang rintang, renang, serta lari laser, hingga akhirnya melampaui catatan babak penyisihan dan sukses merebut medali perak beregu putri, ujarnya.
Sementara itu, di kategori putra U19, Lin Guan-yu (林冠宇), Chen Yu-an (陳宥安), dan Wu Hao-to (吳浩鐸) juga berhasil bangkit setelah tertinggal pada nomor anggar dan memaksimalkan kekuatan tim secara merata, sehingga menambah satu perak, kata Yang.
Pada kompetisi U17, Yang menyebut Shih Po-cheng (施柏丞) mampu menahan tekanan persaingan dan menunjukkan kualitas tekniknya hingga berhasil meraih medali perunggu di nomor individu putra.
Ia kemudian bekerja sama dengan Liu Guan-sin (劉冠鑫) dan Chang Ting-yu (張庭宇) untuk merebut medali perunggu pada nomor beregu putra, kata Yang.
Pada nomor ganda campuran, ia bersama Lee Wan-hua (李菀嬅) tetap mampu tampil stabil dan menunjukkan kerja sama yang solid saat menghadapi atlet-atlet dari berbagai negara, sehingga berhasil menyumbangkan satu lagi perak, kata Yang.
Pancalomba modern secara tradisional terdiri dari lima cabang, yaitu anggar, renang, berkuda, menembak, dan lari. Namun, kata Yang, setelah Olimpiade Tokyo, Union Internationale de Pentathlon Moderne melakukan reformasi dengan resmi mengganti berkuda menjadi halang rintang.
Perubahan ini merupakan tantangan baru bagi tim nasional, tetapi mereka akan berupaya menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut, kata Yang.
Seluruh atlet Taiwan kali ini berhasil memenuhi standar kualifikasi, dan ke depannya tim nasional akan terus menyesuaikan ritme latihan demi melangkah menuju panggung tertinggi olahraga dunia, tambahnya.
(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja