Tiga orang ditahan terkait dugaan penyelundupan cip Nvidia ke Hong Kong

22/05/2026 14:11(Diperbaharui 22/05/2026 14:11)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Reuters)
(Sumber Foto : Reuters)

Taipei, 22 Mei (CNA) Tiga pria Taiwan ditahan hari Kamis (21/5) karena diduga memalsukan dokumen untuk menyelundupkan server AI yang berisi cip Nvidia canggih ke Hong Kong dan kemungkinan ke Tiongkok, menurut Kantor Kejaksaan Distrik Keelung.

Setelah menginterogasi ketiga pria tersebut semalaman, kejaksaan mengajukan permohonan ke Pengadilan Distrik Keelung untuk menahan mereka tanpa komunikasi, kata kantor kejaksaan dalam sebuah pernyataan.

Pengadilan menyetujui permohonan tersebut setelah sidang Kamis, memutuskan bahwa ada alasan untuk mencurigai bahwa ketiga pria tersebut bersalah atas pemalsuan dan kejahatan lainnya serta mereka berisiko melarikan diri dan dapat menghilangkan barang bukti atau bersekongkol dengan saksi jika tidak ditahan.

Kejaksaan mengatakan ketiga tersangka mengetahui bahwa ekspor server kecerdasan buatan (AI) berkinerja tinggi buatan Super Micro Computer, Inc. (Supermicro) ke Tiongkok tunduk pada pengawasan ketat Amerika Serikat karena server tersebut berisi cip canggih buatan Nvidia Corp.

Namun, para tersangka, bermarga You (游), Wang (王), dan Chen (陳), diduga berupaya mengambil keuntungan dengan membeli puluhan server AI di Taiwan dan kemudian mengirimkannya melalui laut ke Hong Kong dari sebuah pelabuhan di Taiwan utara.

Dalam proses tersebut, mereka memalsukan nama barang dan tujuan pengiriman, dengan mencantumkan pada deklarasi ekspor bahwa barang tersebut ditujukan ke sebuah negara di Asia Timur Laut, demikian pernyataan tersebut.

Kejaksaan mengatakan lebih dari 10 server AI Supermicro, senilai sekitar NT$10 juta (Rp5,62 miliar) masing-masing, dikirim ke Hong Kong melalui lokasi ketiga, namun mereka masih menyelidiki apakah server tersebut kemudian dikirim ulang ke Tiongkok daratan.

Kejaksaan mengatakan dua dari tiga perusahaan yang terkait dengan para tersangka diduga terlibat dalam operasi penyelundupan, dan para pembelinya berasal dari Tiongkok, Hong Kong, dan Makau.

Kantor Kejaksaan Distrik Keelung hari Rabu mengarahkan Brigade Intelijen Direktorat Jenderal Penjaga Pantai Keelung untuk menggeledah 12 lokasi, termasuk tempat tinggal dan kantor para tersangka di Taipei, New Taipei, Taoyuan, dan Taichung.

Penyidik menyita 50 server AI yang dilengkapi dengan cip Nvidia canggih, bersama dengan barang bukti lainnya, termasuk ponsel, komputer, buku rekening, mobil mewah, dan NT$9 juta.

Ketiga tersangka dan beberapa saksi juga dibawa untuk diinterogasi. Setelah itu, kejaksaan mengajukan permohonan penahanan terhadap para tersangka.

Washington telah membatasi ekspor cip Nvidia tertentu yang canggih ke Tiongkok sejak 2022, namun cip-cip tersebut masih terus ditemukan dalam produk-produk buatan Tiongkok.

(Oleh Wang Chao-yu, Lee Chieh-yu, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.