Taipei, 22 Mei (CNA) Pasar infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berkembang dengan pesat, dengan meningkatnya permintaan inferensi yang membawa unit pemrosesan pusat (CPU) kembali ke inti komputasi, kata Ketua dan CEO AMD Lisa Su (蘇姿丰) hari Jumat (22/5).
Dalam sesi tanya jawab di KTT HUT ke-45 Majalah CommonWealth di Taipei, Su ditanya bagaimana AMD dapat bersaing dengan Nvidia, yang mendominasi pasar infrastruktur AI.
Ia mengatakan ekspansi cepat pasar infrastruktur AI merupakan faktor kunci yang perlu dipertimbangkan, mengingat segmen pusat data saja dapat melebihi US$1 triliun (Rp17,7 kuadriliun) dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Pasar yang berkembang tersebut akan membutuhkan berbagai teknologi, termasuk CPU, unit pemrosesan grafis (GPU), dan sirkuit terpadu khusus aplikasi (ASIC), kata Su.
"Saya pikir keunggulan yang kami miliki di AMD adalah kami memiliki semua komponen ini," ujarnya.
Hanya enam hingga dua belas bulan yang lalu, CPU bukanlah titik fokus pembahasan dan tidak dianggap sebagai barang yang langka atau terbatas, tetapi dengan meningkatnya permintaan inferensi, CPU kini kembali menjadi pusat perhatian, kata Su.
"Di sinilah AMD sangat, sangat kuat," tambahnya, seraya mengatakan bahwa ia memperkirakan perusahaan akan tampil baik di seluruh infrastruktur AI yang lebih luas seiring dengan berkembangnya pasar untuk mencakup berbagai kasus penggunaan.
Selama acara tersebut, ia juga ditanya bagaimana AMD memandang potensi pertumbuhan teknologi CPU di rak AI dan bagaimana perusahaan memposisikan diri untuk peluang tersebut.
Su mengatakan AMD sangat optimis tentang pertumbuhan CPU di rak AI, mencatat bahwa permintaan CPU relatif datar dalam beberapa tahun terakhir karena perhatian terfokus pada GPU.
Hal itu telah berubah dengan meningkatnya permintaan inferensi dan AI beragen, katanya, dan ia memperkirakan pasar CPU dapat tumbuh lebih dari 35 persen per tahun selama lima tahun ke depan.
Su mengatakan strategi AMD bukan membangun satu CPU saja, melainkan seluruh keluarga prosesor. CPU andalan barunya, misalnya, dibangun dengan teknologi 2 nanometer dan diberi kode Venice, dioptimalkan untuk cloud, throughput, dan beban kerja head node.
"Saya pikir begitulah cara Anda menang. Bukan hanya satu titik desain, tetapi sebenarnya kami memiliki seluruh keluarga titik desain," ujarnya.
Dalam pidatonya di acara CommonWealth, CEO AMD tersebut mengatakan AI tidak hanya memasuki tahap inferensi, tetapi juga era di mana AI dapat melakukan "tugas yang benar-benar cerdas."
AI akan mampu memecahkan masalah kompleks dan membentuk kembali cara produk dibuat, perusahaan dijalankan, dan ilmu pengetahuan dieksplorasi, katanya.
Sebelumnya, hari Kamis, AMD mengumumkan dalam siaran pers bahwa mereka akan berinvestasi lebih dari US$10 miliar dalam ekosistem rantai pasokan AI Taiwan seiring permintaan global untuk infrastruktur AI yang terus melonjak.