Taipei, 20 Mei (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) hari Rabu (20/5) mengatakan ia akan segera mengusulkan subsidi ratusan miliar dolar Taiwan untuk membantu usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) meningkatkan operasional dan meringankan beban keuangan lebih banyak keluarga dalam membesarkan anak-anak.
Lai mengumumkan usulan tersebut, yang pada akhirnya harus mendapatkan persetujuan dari Yuan Legislatif Taiwan yang dikuasai oposisi, dalam pidatonya di Kantor Kepresidenan untuk menandai peringatan dua tahun pelantikannya.
Pengeluaran yang diusulkan adalah NT$100 miliar (Rp55,7 triliun) selama sekitar delapan tahun untuk membantu UMKM dan industri nonteknologi beralih ke era digital dan NT$200 miliar per tahun untuk membalikkan penurunan angka kelahiran Taiwan, yang termasuk salah satu yang terendah di dunia.
"Saya akan mengusulkan dalam beberapa hari mendatang rencana percepatan NT$100 miliar untuk meningkatkan dan mentransformasi UMKM dan industri tradisional ... Sektor teknologi akan mendorong industri tradisional, membantu perkembangan bangsa semakin meluas ke semua sektor dan diterjemahkan menjadi kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga," katanya.
Ketika diminta untuk menjelaskan lebih lanjut tentang rencana tersebut, Lai mengatakan pemerintah saat ini mengalokasikan sekitar NT$10 miliar setiap tahun untuk membantu UMKM melakukan transisi digital, mengakses teknologi pengurangan karbon, dan memperluas jangkauan internasional mereka.
Untuk "mempercepat dan memperluas" upaya tersebut, pemerintah akan mengusulkan inisiatif tambahan sebesar NT$100 miliar, kata Lai.
Lai mengatakan ada sekitar 1,7 juta UMKM di Taiwan, yang menyumbang lebih dari 80 persen pekerja yang dipekerjakan, dan sektor ekonomi lama memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Taiwan.
"Manfaat dari pembangunan ekonomi seharusnya dibagikan ke seluruh sektor masyarakat, bukan hanya terkonsentrasi di sektor teknologi tinggi," katanya.
Lai mengatakan rencana tersebut akan berlangsung selama delapan tahun dan tidak akan mengurangi pendanaan untuk proyek lain.
Kantor Kepresidenan tidak segera menanggapi pertanyaan CNA tentang bagaimana inisiatif tersebut akan didanai.
Usulan Lai untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran di Taiwan termasuk usulan untuk memperluas kelayakan subsidi pengasuhan anak bulanan NT$5.000 dari rumah tangga dengan anak di bawah usia lima tahun menjadi di bawah usia 19 tahun.
Sebagian dari subsidi ini akan disimpan dalam "rekening masa depan", sehingga ketika anak-anak masuk universitas, tabungan tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya kuliah mereka, kata Lai.
Langkah-langkah lain termasuk meningkatkan kebijakan kesejahteraan di tempat kerja dan menyediakan perumahan terjangkau bagi orang tua, tambahnya.
Rencana yang termasuk dalam strategi keseluruhan ini akan menelan biaya sekitar NT$200 miliar per tahun, kata Lai.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Taiwan akan mampu mendukung pengeluaran ini, dengan mengutip perkiraan yang diterbitkan pada Februari oleh Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik bahwa PDB akan melebihi NT$32 triliun tahun ini.
Selesai/