Taipei, 21 Mei (CNA) Yuan Eksekutif (Kabinet) Taiwan hari Rabu (20/5) menyetujui usulan anggaran khusus yang mengalokasikan hampir NT$295 miliar (Rp164,9 miliar) untuk paket senjata yang telah disetujui untuk dijual ke Taiwan oleh Amerika Serikat.
Proposal tersebut disetujui setelah Yuan Legislatif (Parlemen) meloloskan undang-undang khusus awal bulan ini yang mengizinkan pengeluaran hingga NT$780 miliar untuk dua paket pembelian senjata AS antara tahun 2026 dan 2033.
Berdasarkan undang-undang tersebut, pendanaan untuk paket pembelian senjata pertama yang disetujui oleh AS pada Desember 2025 dibatasi hingga NT$300 miliar, dan proposal Kabinet akan meminta hampir seluruh jumlah tersebut.
Permintaan anggaran dari Kabinet, yang akan dikirim ke Parlemen untuk tinjauan akhir, mengalokasikan sekitar NT$8,8 miliar untuk tahun 2026 sebagai alokasi tahunan pertama di bawah rencana tersebut.
Pendanaan akan ditutupi oleh pinjaman pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Disiplin Fiskal.
Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) mengatakan anggaran tersebut mencakup pendanaan untuk lima sistem senjata: howitzer swagerak M109A7, High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS), drone anti-armor, rudal anti-tank Javelin, dan rudal anti-tank TOW 2B.
Cho mengatakan akuisisi tersebut bertujuan untuk memperkuat kemampuan tempur Taiwan dan menjaga agar program pengadaan tetap tepat waktu dan sesuai jadwal.
Ia mencatat bahwa batas waktu pembayaran untuk sistem HIMARS ditetapkan pada 31 Mei dan mendesak para legislator lintas partai untuk mendukung rancangan anggaran khusus tersebut dan meloloskannya "secepat mungkin."
Berdasarkan undang-undang khusus yang disahkan oleh Kabinet, meskipun batas pengeluaran telah disetujui, setiap proposal pengadaan masih harus melalui tinjauan legislatif akhir.
Batas pengeluaran undang-undang untuk paket senjata kedua yang diperkirakan akan diumumkan oleh Washington adalah NT$480 miliar.