Taipei, 19 Mei (CNA) Pejabat di Kota Keelung pada Selasa (19/5) melaporkan dugaan infeksi hantavirus yang melibatkan seorang pria yang digigit tikus saat sedang bekerja.
Dalam sebuah konferensi pers, Direktur Biro Kesehatan Kota Keelung Chang Hsien-cheng (張賢政) mengatakan pasien, seorang pria berusia 40-an, telah digigit tikus pada 7 April, dan mengalami gejala seperti demam dan kehilangan nafsu makan pada 2 Mei.
Setelah pria tersebut mencari perawatan medis di kota tempat tinggalnya, kasusnya dilaporkan sebagai dugaan infeksi hantavirus pada 7-8 Mei, dengan hasil tes awal yang kembali positif pada Senin, kata Chang.
Chang mengatakan pria tersebut sedang membantu bersih-bersih di ruang bawah tanah tempat kerjanya, di sebuah area dekat tempat parkir bawah tanah, ketika ia digigit saat mencoba membunuh tikus yang dilihatnya.
Tikus tersebut kemudian berhasil ditangkap, dan pejabat kesehatan mengunjungi tempat kerja pria itu -- yang dilaporkan merupakan sebuah rumah sakit di Keelung -- pada Senin untuk melakukan inspeksi sanitasi dan kebersihan, kata Chang.
Sementara itu, pemerintah Kota New Taipei mengatakan pria yang terinfeksi, seorang warga Linkou, telah pulih sepenuhnya dan diperkirakan akan keluar dari rumah sakit pada Selasa.
Sebelas orang telah diidentifikasi sebagai kontak dari pria tersebut, dan sejauh ini tidak ada yang menunjukkan gejala, menurut departemen kesehatan kota.
Dalam jumpa pers di Keelung, Chang menjelaskan bahwa hantavirus biasanya tidak menular dari orang ke orang. Periode hampir satu bulan antara paparan pasien dan timbulnya gejala juga merupakan hal yang standar untuk penyakit ini, katanya.
Pemerintah pusat diharapkan akan membuat keputusan akhir apakah kasus ini merupakan hantavirus atau tidak, dan akan memberikan rincian lebih lanjut mengenai investigasi epidemiologisnya.
Konteks
Kasus dugaan ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap hantavirus, menyusul wabah baru-baru ini di kapal pesiar Belanda MV Hondius yang menyebabkan tiga orang meninggal dan selusin orang terinfeksi.
Hal ini juga mengikuti unggahan media sosial baru-baru ini yang menuduh adanya peningkatan penampakan tikus di Taipei, yang telah menimbulkan kekhawatiran publik.
Taiwan biasanya melaporkan beberapa kasus hantavirus setiap tahun.
Tidak termasuk kasus dugaan di Keelung, Taiwan telah mencatat 45 infeksi hantavirus secara nasional sejak 2017, dengan dua kasus terkonfirmasi sejauh tahun ini, sejalan dengan tahun-tahun sebelumnya.