Keripik singkong Indonesia kembali ditahan di perbatasan Taiwan atas pemanis buatan

24/02/2026 14:56(Diperbaharui 24/02/2026 15:01)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : TFDA)
(Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 24 Feb. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (24/2) mengumumkan satu keripik singkong asal Indonesia yang berbobot total 1 ton telah ditahan di perbatasan karena mengandung pemanis buatan.

Produk tersebut, yang diberi label "木薯餅(KERIPIK SINGKONG GURIH)", diterima untuk diperiksa pada 13 Januari, kemudian ditemukan mengandung sakarin sebesar 0,02 gram per kilogram, menurut TFDA.

Menurut standar di Taiwan, produk ini tidak termasuk dalam daftar makanan yang diizinkan mengandung sakarin, sehingga melanggar Undang-Undang tentang Keamanan dan Sanitasi Pangan, kata TFDA.

Oleh karena itu, kata TFDA, sebanyak 1.000 kilogram produk tersebut, yang diimpor Taiwan Sheba Enterprise Co. dari CV. Harima Barokah, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

Seiring dengan tingginya tingkat ketidaklolosan tes camilan garing asal Indonesia di perbatasan Taiwan, pejabat TFDA Tsai Chia-fen (蔡佳芬) pada 10 Februari telah mengatakan pihaknya tengah menerapkan pemeriksaan ketat per kelompok, dengan tingkat pengambilan sampel sebesar 100 persen.

Baca juga: Enam camilan Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan atas berbagai zat yang dilarang

Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia sendiri memperbolehkan makanan ringan siap santap mengandung sakarin hingga 0,1 gram per kilogram.

Secara total, TFDA pada Selasa mengumumkan 12 produk impor yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk empat asal Tiongkok, tiga dari Jepang, dua asal Vietnam, serta masing-masing satu dari Indonesia, Prancis, dan Filipina.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.