Taipei, 24 Feb. (CNA) Seorang pria di Kabupaten Chiayi telah dituntut setelah diduga mengunggah pemberitahuan ia akan menyerang orang-orang di Stasiun Kereta Cepat Chiayi, kata Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi hari Senin (24/2).
Kejaksaan menuntut pria tersebut, pengangguran bermarga Hung (洪), atas dugaan pelanggaran membahayakan keselamatan publik dengan menimbulkan ketakutan akan cedera pada nyawa, tubuh, atau properti masyarakat.
Menurut Kantor Kejaksaan Distrik Chiayi, Hung menggunakan ponsel pintarnya di kediamannya di Kota Chiayi pada 24 Januari sore untuk secara terbuka memposting di sebuah grup Facebook: "Saya adalah Chang Wen (張文) berikutnya."
Ia merujuk pada seorang pria Taiwan pengangguran yang melempar bom asap dan melakukan serangan dengan pisau di pusat kota Taipei pada 19 Desember tahun lalu, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya, sebelum akhirnya meninggal pasca melompat dari gedung.
"Saya akan membawa bom molotov dan parang ke Stasiun Kereta Cepat Chiayi besok dan menghabisi semua orang di sana," kata Hung.
Warga mengambil tangkapan layar pesan Hung dan melaporkannya ke Korps Investigasi Kriminal Biro Kepolisian Kabupaten Chiayi.
Mereka mengidentifikasi pria tersebut, memperoleh surat perintah penggeledahan dan menggeledah kediamannya, menahannya dan menyita ponsel yang ia gunakan untuk membuat postingan tersebut.
Tidak ditemukan bom molotov atau barang berbahaya lainnya di kediamannya, kata kepolisian.
Kejaksaan percaya ada kecurigaan kuat atas tindak pidana dan alasan untuk penahanan, yang disetujui Pengadilan Distrik Chiayi.
Pengadilan Distrik Chiayi kemudian membebaskan Hung dengan jaminan sebesar NT$20.000 (Rp10,7 juta).
Selesai/IF