Taipei, 20 Feb. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Jumat (20/2) menyambut baik pernyataan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi yang menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Pernyataan Motegi disampaikan pada Kamis dalam konferensi pers pertamanya sejak ia diangkat kembali sebagai menteri luar negeri hari Rabu, setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mempertahankan kabinetnya tanpa perubahan usai pemilihan umum baru-baru ini.
Motegi mengkritik apa yang ia gambarkan sebagai "Upaya Tiongkok untuk mengubah status quo dengan kekuatan," seraya menambahkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangatlah penting.
Dalam siaran pers, MOFA mengatakan Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) menyambut baik dan menegaskan pernyataan Motegi.
MOFA mencatat bahwa sejak menjabat pada Oktober, Kabinet Takaichi telah berulang kali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menanggapi isu lintas selat dengan serius di berbagai forum utama, termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Jepang ke-28, KTT Asia Timur ke-20, dan KTT Jepang-AS.
Jepang juga secara langsung menyampaikan keprihatinannya atas keamanan regional kepada Tiongkok, seraya menambahkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat terkait dengan kemakmuran dan keamanan Jepang serta dunia, kata MOFA.
MOFA menyerukan kepada negara-negara demokratis untuk terus bekerja sama melawan penyebaran otoritarianisme, mendesak mereka untuk memperhatikan secara seksama perkembangan di Selat Taiwan dan mengambil tindakan konkret untuk menjaga keamanan regional.
Kementerian mengatakan Taiwan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan diri dan ketahanan seluruh masyarakat, sambil bekerja sama erat dengan mitra yang sejalan untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.
Selesai/JC