Oleh Muhammad Irfan, reporter staf CNA
Menjadi Muslim di Taiwan bukan perkara gampang. Hal mendasar seperti fasilitas ibadah dan asupan konsumsi halal lebih sulit ditemui ketimbang di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berangkat dari tantangan ini, Rakha Ramadhana menggagas platform multiguna untuk membantu Muslim di Taiwan yang ia namakan Halal Formosa.
Meski namanya "Halal", platform yang ia gagas sejak Juli tahun lalu ini tidak hanya menyediakan daftar makanan halal yang ada di Taiwan melainkan juga pencarian tempat ibadah dan informasi wisata ramah Muslim di pulau Formosa ini.
Kendati demikian, mahasiswa program doktoral di National Taiwan University Science and Technology ini tidak menampik kalau inti dari platform yang ia kembangkan bersama sang istri Sherlis Oktaviani dan seorang kawan Taiwan, Paul Yang (楊鈞皓) fokus pada informasi mendapatkan asupan konsumsi halal di Taiwan.
"Memang kita hidup di Taiwan ini kadang mendapat makanan hal ini agak rumit ya. Apalagi kalau enggak bisa Mandarin. Jadi aplikasi ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut," kata Rakha (29) dalam wawancara dengan CNA.
Rakha tak mendaku platform yang ia buat merupakan platform pertama. Sejak ia pindah ke Taiwan pada 2021 untuk mengenyam studi di jenjang master, ia tahu sudah ada beberapa aplikasi serupa. Namun, ia menyadari fitur aplikasi yang satu dengan yang lain masih terpisah. Melalui Halal Formosa yang ia kembangkan, Rakha mencoba menawarkan platform yang lebih komprehensif.
Ada beberapa fitur unggulan yang ia jagokan. Misalnya, pemindai komposisi yang dapat menganalisa bahan makanan yang terkandung dalam makanan kemasan hanya dengan menangkap gambar kemasan tersebut dengan ponsel pintar yang sudah dipasang aplikasi Halal Formosa, kata Rakha.
"Kalau dulu harus tanya ke teman tapi sekarang tinggal scan bisa langsung ketahuan," kata Rakha.
Fitur jagoan lainnya adalah basis data restoran bersertifikasi halal dan ramah Muslim yang ada di Taiwan dan bisa terhubung dengan peta digital, kata Rakha.
Menurut dia, restoran halal adalah restoran yang memiliki sertifikat halal resmi dari sejumlah institusi sertifikasi yang ada di Taiwan, seperti di antaranya Masjid Agun Taipei (TGM). Sementara itu, restoran ramah Muslim adalah restoran yang tidak memiliki sertifikasi halal tetapi bebas dari bahan-bahan yang diharamkan untuk dikonsumsi umat Islam.
Lalu, fitur yang ia anggap berbeda dengan aplikasi halal yang sudah lebih dulu ada adalah upaya Halal Formosa untuk menjadi tulang belakang dari ekosistem ramah Muslim Taiwan yang belakangan makin gencar dikampanyekan.
"Karena kalau misalkan saya perhatikan, informasinya ada, tetapi masih terpisah-pisah. Sementara di sini saya upayakan untuk lebih lengkap. Termasuk kalau ingin sertifikasi halal itu bagaimana caranya. Misalnya juga turis atau yang tinggal di sini, ingin jalan-jalan yang ramah Muslim itu bisa lewat Halal Formosa. Jadi ya memang berangkat dari keresahan."
"Ada beberapa aktivitas-aktivitas Muslim yang kita lakukan kadang agak sulit, dengan Halal Formosa ini harapannya bisa lebih mudah dan juga untuk menjadikan Taiwan itu lebih ramah Muslim ke depannya," kata Rakha yang studi di bidang pendidikan digital.
Manfaat jejaring
Dimulai sejak Juli 2025, Rakha dan istrinya terbantu banyak lewat jejaring yang mereka miliki saat mengembangkan Halal Formosa ini. Sejak aplikasi ini dikembangkan dan bisa diunduh di gawai berbasis Android, sudah banyak kritik dan masukan yang membuat platformnya semakin baik.
Menurut Rakha, sejak dirilis pada Agustus 2025 hingga awal Februari sudah ada 542 pengguna yang menginstalasi aplikasi ini di gawai mereka, dengan 300 di antaranya terdaftar sebagai anggota sekaligus menjadi pengguna aktif. Ia pun optimistis jika ke depannya platform yang ia kembangkan bisa semakin melesat.
"Dimulai dari sesama teman di Indonesia, kemudian juga untuk pendataan kami banyak berkomunikasi dengan komunitas Muslim di Taiwan, lembaga sertifikasi halal, dan dari negara asing lain juga Alhamdulillah mulai mengenal Halal Formosa melalui sosial media," kata dia.
Selain itu, dalam pengembangannya, sejak 27 Januari 2026, Halal Formosa juga menjalin kemitraan penerbitan dan operasional dengan YiQi Global Consulting yang mendukung penerbitan platform, pendaftaran, dan persyaratan operasional di Taiwan, memungkinkan aktivitas bisnis formal dan kolaborasi kelembagaan yang lebih luas.
Orang Taiwan, Paul Yang, yang membantu dalam pemasaran aplikasi ini berasal dari kemitraan dengan YiQi, kata Rakha.
Halal Formosa juga secara resmi diperkenalkan kepada Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei dalam audiensi resmi dengan kepalanya, Arif Sulistyo.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyatakan komitmen bersama untuk menjajaki upaya kolaboratif untuk mendukung komunitas Muslim, khususnya Muslim Indonesia yang tinggal di atau mengunjungi Taiwan, melalui peningkatan akses informasi dan inisiatif yang berorientasi pada komunitas, kata Rakha.
Meski hidup sebagai Muslim di Taiwan cukup menantang, Rakha menyebut dari tahun ke tahun kampanye ramah Muslim di Taiwan mulai menunjukkan hasil. Dari pengalaman pribadinya, jumlah restoran yang memiliki sertifikat halal bertambah dibanding saat ia baru datang lima tahun lalu.
"Jadi ekosistemnya sudah terbentuk. Tetapi mungkin banyak informasinya masih didapat secara manual misalnya lewat grup LINE. Nah melalui platform ini kami ingin maksimalkan halal tech ekosistemnya. Tapi dalam konteks tidak menyaingi institusi Muslim yang ada di Taiwan, namun lebih banyak kolaborasi untuk saling bantu agar mengedepankan Muslim Friendly Taiwan ini lebih baik lagi," ucap dia.
Selesai/JC