Taipei, 20 Feb. (CNA) Sebuah merek tahu kering berusia seabad di Taoyuan telah mengubah apa yang dulunya menjadi beban operasional utama menjadi peluang komersial baru, dengan mengubah limbah ampas kedelai menjadi nilai tambah melalui pergeseran produksi yang berkelanjutan.
Ta Fang Foods Co., Ltd. (大房食品), didirikan pada 1923 di Distrik Daxi, Taoyuan, paling dikenal dengan produk andalannya dougan (豆干) -- nama lain dari tahu kering -- yang diproduksi menggunakan metode tradisional yang diwariskan selama lima generasi.
Namun, seperti banyak produsen makanan tradisional lainnya, merek ini menghadapi tekanan struktural yang semakin besar seiring perubahan preferensi konsumen dan peraturan lingkungan yang lebih ketat yang meningkatkan biaya pembuangan limbah, kata Lydia Huang (黃靖雅), pemimpin generasi kelima Ta Fang, kepada CNA.
Perusahaan ini memproduksi hingga 80 metrik ton ampas kedelai setiap hari dalam proses pembuatan tahunya, yang mengakibatkan biaya pembuangan tahunan mendekati NT$200 juta (Rp107 miliar) dan menjadi beban berat bagi bisnis yang telah berusia seabad ini.
Seberapa berat beban tersebut, Ta Fang tidak mengungkapkan, dan sebagai perusahaan swasta yang tidak terdaftar, mereka tidak merilis angka penjualan. Namun, beban tersebut cukup untuk menarik perhatian Huang.
Di bawah kepemimpinannya, Ta Fang selama dua tahun terakhir telah mempelajari cara memanfaatkan kembali limbah tersebut dan berhasil mengembangkan kue kering dan kudapan energi berbahan dasar ampas kedelai sekaligus mengurangi pembuangan ampas kedelai sekitar 30-40 persen.
Huang mencatat bahwa ampas kedelai kaya akan protein dan serat pangan serta menyumbang sekitar 70 persen dari bahan yang tersisa setelah kedelai diproses, sehingga sangat cocok untuk aplikasi makanan daripada dibuang sebagai limbah.
Namun, transisi dari limbah menjadi bahan baku membutuhkan investasi awal yang cukup besar.
Huang mengatakan perusahaan membentuk departemen baru, merekrut staf tambahan, memperpanjang masa uji coba dan pengujian, serta menyesuaikan peralatan untuk memastikan proses baru memenuhi standar keamanan pangan dan produksi.
Meskipun biaya awalnya tinggi, investasi ini telah membantu menurunkan risiko operasional dan membangun kapasitas jangka panjang, terutama untuk pengembangan produk ke pasar internasional, kata Huang.
Menurut Departemen Pengembangan Ekonomi Pemerintah Kota Taoyuan, proyek ini juga membantu mengubah posisi Daxi dari basis manufaktur menjadi pusat inovasi dan keberlanjutan.
Pada Desember 2025, inisiatif Ta Fang terpilih sebagai salah satu dari sembilan pemenang Kompetisi Inovasi Industri Produk Khas Daerah yang diselenggarakan Kementerian Urusan Ekonomi, menonjol di antara 824 peserta.
Huang mengatakan perusahaan berencana untuk menginvestasikan kembali hibah pemerintah ke dalam proyek upcycling ampas kedelai, yang meliputi peningkatan proses produksi dan peralatan agar produk baru dapat lebih terintegrasi ke dalam lini produksi yang sudah ada.
Tujuannya, kata dia, adalah untuk mendiversifikasi penawaran produk sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan konsumen akan makanan sehat dan fungsional.
Menurut Huang, Ta Fang juga telah mulai bekerja sama dengan produsen produk kedelai asal Jepang, berbagi pengalaman dalam pemanfaatan kembali limbah ampas kedelai dan menjajaki pengembangan kue ampas kedelai.
Tujuan jangka panjangnya, kata Huang, adalah memperkenalkan produk-produk tersebut ke pasar Asia yang lebih luas.
Selesai/JC