Imigran baru Indonesia pertemukan sayur lodeh dengan perayaan Imlek

23/02/2026 13:38(Diperbaharui 23/02/2026 13:38)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kota Keelung NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kota Keelung NIA)

Taipei, 23 Feb. (CNA) Seorang imigran baru asal Indonesia mengajar cara membuat sayur lodeh khas kampung halamannya dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) di Keelung baru-baru ini.

Sumaryatun, wanita asal Jawa Timur, pada tahun 2000 datang ke Taiwan sebagai pekerja migran. Ia kemudian bertemu cintanya dan menikah pada 2003. Mantan pemberi kerjanya pun menjadi pasangan hidupnya, dan kini mereka telah dikaruniai seorang putri berusia 10 tahun, kata NIA dalam sebuah rilis pers pada 17 Februari.

Ia senantiasa berpegang pada keyakinan bahwa belajar dapat mengubah kehidupan, memulai dari kemampuan dasar membaca dan menulis, lalu secara bertahap meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin dalam mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Berkat usahanya, ia telah menjadi penerjemah di puskesmas, kata NIA.

Sumaryatun juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan pertukaran budaya multikultural imigran baru serta pelayanan sosial bagi pekerja migran. Sejak 2018, ia menjabat selama enam tahun berturut-turut sebagai anggota Komite Promosi Hak Perempuan Pemerintah Kota Keelung.

Pada 2025, Sumaryatun bahkan menerima penghargaan sebagai Ibu Teladan Imigran Baru dari Pemerintah Kota Keelung. Selama tinggal di Taiwan, ia terus mengembangkan diri dan memancarkan cahaya kasih, kata NIA.

(Sumber Foto : Kantor Layanan Kota Keelung NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan Kota Keelung NIA)

Pada hari kegiatan, Sumaryatun terlebih dahulu membagikan kisah proses adaptasinya selama tinggal di Taiwan, kemudian menjelaskan tentang sayur lodeh, dengan menyebutkannya sebagai masakan tradisional masyarakat Jawa berbahan dasar santan.

Dalam tradisi Jawa, hidangan ini kerap dihadirkan dalam doa memohon keselamatan dan tolak bala, termasuk pada momen pergantian tahun atau perayaan tertentu di masyarakat setempat, ujarnya kepada lebih dari 20 imigran baru yang hadir.

Hidangan ini memadukan cita rasa rempah khas Indonesia dengan kebiasaan kuliner masyarakat Tionghoa, melambangkan perpaduan budaya dan persatuan komunitas, tambahnya.

Sumaryatun mendemonstrasikan langsung penggunaan bahan-bahan seperti tempe, nangka muda, petai, jagung, wortel, lengkuas, serta bubuk kunyit. Ia juga menjelaskan bahwa sup ini dapat ditambahkan dengan berbagai jenis sayuran sesuai selera.

Setelah santan dan bawang merah kecil dimasukkan, aroma harum pun langsung menyebar. Di lokasi acara, peserta dari Indonesia, Filipina, dan Tiongkok dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing memasak sayur dengan cita rasa yang beragam.

Seorang imigran baru asal Tiongkok mengatakan bahwa ini merupakan kali pertamanya mencicipi sayur lodeh, dan ia sangat senang dapat mengikuti perayaan Tahun Baru Imlek ini.

Kepala Kantor Layanan Kota Keelung NIA Lo Pai-li (羅白莉) menyampaikan terima kasih kepada Sumaryatun atas berbagi pengalaman sehingga masyarakat dapat lebih memahami budaya dan adat istiadat Jawa.

Selain itu, bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek, ia mengimbau masyarakat agar tidak membawa atau mengirim melalui pos produk yang mengandung daging babi maupun produk hewan lainnya yang memerlukan karantina ke wilayah Taiwan.

Lo juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada para imigran baru dan pekerja migran di Taiwan. "Semoga berbahagia, keluarga senantiasa aman dan tenteram, serta sukses dalam segala hal."

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.