Kunjungan IGD di Taiwan saat Tahun Baru Imlek turun seiring banyak klinik tetap buka

24/02/2026 16:40(Diperbaharui 24/02/2026 16:41)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 24 Feb. (CNA) Kunjungan ke instalasi gawat darurat (IGD) di Taiwan selama liburan Tahun Baru Imlek menurun dibandingkan tahun lalu karena lebih banyak klinik tetap buka dan pusat perawatan darurat (UCC) memperluas kapasitasnya selama liburan, kata Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada Senin (23/2).

Menurut data MOHW, terdapat 232.397 kunjungan ke IGD rumah sakit dari 14 Februari, hari pertama liburan sembilan hari tahun ini, hingga 21 Februari, hari kedua terakhir, turun 22,5 persen dari 299.824 kunjungan yang terjadi selama periode liburan yang sama pada 2025.

Jumlah yang lebih rendah pada tahun 2026 kemungkinan disebabkan oleh lebih banyaknya klinik yang tetap buka dan UCC yang memperluas kapasitas selama liburan, sehingga membantu mencegah kasus ringan masuk ke IGD, kata Cho Li-ping (卓琍萍), pejabat Departemen Urusan Medis MOHW.

Kunjungan ke IGD selama liburan diawasi dengan ketat setelah kejadian pada 2025, ketika IGD di berbagai wilayah Taiwan sangat penuh sehingga Perhimpunan Kedokteran Gawat Darurat Taiwan menyebut situasinya "Belum pernah terjadi sebelumnya."

Sebagai tanggapan atas kesulitan tersebut, pemerintah menyediakan dana sebesar NT$1,6 miliar (Rp856 miliar) untuk mendorong penyedia layanan medis tetap buka selama liburan tahun ini, menurut Direktorat Jenderal Asuransi Kesehatan Nasional (NHIA).

Sekitar 37 persen dari seluruh klinik buka pada malam Tahun Baru Imlek pada 16 Februari, kemudian turun menjadi 7-9 persen pada 17-18 Februari, lalu naik kembali menjadi 12 persen pada 19 Februari dan 27 persen pada 20 Februari, sebelum mencapai puncaknya di 45 persen pada 21 Februari, kata NHIA.

Ditjen tersebut mengatakan tingkat pembukaan dari 17 hingga 19 Februari sekitar dua kali lipat dari tahun lalu, ketika hanya sekitar 4 persen klinik yang beroperasi selama periode yang sama.

Untuk 13 UCC di seluruh Taiwan, MOHW telah mengumumkan sebelum liburan bahwa mereka hanya akan tutup pada 16 dan 21 Februari, sementara pada hari-hari lain selama liburan tetap beroperasi untuk memberikan layanan di bidang penyakit dalam, bedah umum, pediatri, dan ortopedi.

Total 5.629 kunjungan dilakukan ke UCC selama liburan 14 hingga 22 Februari, menurut data MOHW, tetapi jumlah ini tidak banyak menutup kesenjangan antara kedua tahun tersebut.

Angka kunjungan ke klinik belum tersedia, sehingga belum jelas apakah tambahan klinik dan UCC yang buka menyerap pasien tambahan atau apakah secara keseluruhan kunjungan ke dokter memang menurun tahun ini.

Diluncurkan di enam kota besar Taiwan pada awal November 2025, program UCC biasanya menawarkan layanan medis dari pukul 8 pagi hingga tengah malam pada hari Minggu dan hari libur nasional untuk mengalihkan pasien non-darurat dan mengurangi tekanan pada IGD rumah sakit.

Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良) mengatakan rencana darurat Tahun Baru Imlek akan diperpanjang hingga setelah akhir pekan panjang Hari Peringatan Perdamaian dari 27 Februari hingga 1 Maret untuk memastikan jumlah harian pasien yang menunggu di IGD tetap dalam ambang batas yang dapat diterima.

(Oleh Chen Chieh-ling, Sunny Lai, dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.