Bakso goreng Indonesia kembali ditahan di perbatasan Taiwan atas pengawet

28/10/2025 15:49(Diperbaharui 04/11/2025 15:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Bakso Goreng Isya Food. (Sumber Foto : TFDA)
Bakso Goreng Isya Food. (Sumber Foto : TFDA)

Taipei, 28 Okt. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (28/10) mengatakan dua produk bakso goreng dari Indonesia yang bertotalkan lebih dari 2 ton telah ditahan di perbatasan atas kandungan pengawet buatan.

Produk pertama, yang dilabeli "Bakso Goreng" dengan bobot total 1.072 kilogram, ditemukan mengandung asam benzoat sebesar 0,05 gram per kilogram, kata TFDA.

Sementara itu, produk "Bakso Goreng Gurih" berbobot total 1.008 kilogram, ditemukan mengandung asam benzoat sebesar 0,02 gram per kilogram, kata ditjen tersebut.

Namun, menurut Standar Spesifikasi, Cakupan, Penerapan dan Batasan Bahan Tambahan Pangan Taiwan, produk semacam ini tidak diizinkan mengandung zat aditif tersebut, kata TFDA.

Oleh karena itu, kedua barang yang diimpor Taiwan Sheba Enterprise Co. dari Isya Food ini melanggar Undang-Undang tentang Keamanan dan Sanitasi Pangan, sehingga dikembalikan atau dimusnahkan di perbatasan, kata TFDA.

Bakso goreng ini termasuk di antara sebelas produk makanan impor, termasuk melon dari Jepang, daun lobak dan kepiting bulu asal Tiongkok, serta selada Malaysia, yang hari Selasa diumumkan gagal dalam pemeriksaan perbatasan baru-baru ini.

Baca juga: Keripik Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan atas pengawet buatan

Sebelumnya, TFDA pada 21 Oktober juga mengumumkan 1.008 kilogram "Basreng Cracker" dari Isya Food dikembalikan atau dimusnahkan karena ditemukan mengandung pengawet asam benzoat 0,93 gram per kilogram.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

Bakso Goreng Gurih Isya Food. (Sumber Foto : TFDA)
Bakso Goreng Gurih Isya Food. (Sumber Foto : TFDA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.