Taipei, 20 Mei (CNA) Enam tank M1A2T Abrams buatan AS melakukan latihan kesiapan tempur di luar markas mereka di Kabupaten Hsinchu bagian utara pada Rabu pagi (20/5), mensimulasikan pertahanan sebuah bandara militer terdekat jika terjadi invasi dari Tiongkok.
Latihan yang terbuka untuk media ini dimulai setelah Brigade Lapis Baja ke-584 Angkatan Darat, tempat keenam tank tersebut bermarkas, menerima perintah untuk menuju Pangkalan Udara Hsinchu setelah pangkalan tersebut dikabarkan telah direbut oleh pasukan penyerbu.
Perintah tersebut dikirim melalui Team Awareness Kit (TAK), sebuah aplikasi seluler yang dikembangkan militer AS yang memungkinkan pengguna mengirim pesan teks, gambar, file, dan streaming video dengan aman.
Setelah menerima perintah, seorang komandan brigade memberikan pengarahan misi dan mengeluarkan instruksi operasional sebelum memimpin konvoi keluar dari markas.
Konvoi tersebut kemudian melintasi beberapa jembatan dan menempuh jarak sekitar 22 kilometer untuk mencapai pangkalan udara di daerah Nanliao, Kabupaten Hsinchu, sebuah lokasi strategis di Taiwan utara.
Letkol Huang Chen-yung (黃禎詠), kepala Batalyon Gabungan Senjata ke-3 di bawah Brigade Lapis Baja ke-584, mengatakan kepada wartawan bahwa meskipun M1A2T memiliki berat hampir 70 ton, mereka tidak mempengaruhi jembatan-jembatan sipil yang mereka lewati di wilayah Hsinchu.
Huang mengatakan berat tank tersebut didistribusikan secara merata pada tujuh roda penahan beban saat bergerak di jalan, sehingga setiap M1A2T memberikan tekanan rata-rata ke tanah sebesar 1,1 kilogram (kg) per sentimeter persegi, lebih rendah dari hampir 9 kg yang diberikan oleh truk berat yang sering terlihat di Taiwan.
Misi ini dirancang dengan mempertimbangkan bahwa M1A2T merupakan target yang jelas bagi serangan musuh, kata Huang. Untuk mencegah serangan musuh melumpuhkan tank terdepan dan menghalangi tank di belakangnya, konvoi melintasi jembatan secara bergiliran dan satu tank pada satu waktu.
Sebelum tank melintasi jembatan, pasukan Angkatan Darat akan mendirikan pos terdepan di kepala jembatan untuk memastikan jalur aman, kata Huang.
Latihan ini dilakukan setelah Lee Shying-jow (李翔宙), mantan kepala Biro Keamanan Nasional dan mantan komandan Angkatan Darat Republik Tiongkok (ROC), dalam beberapa pekan terakhir mempertanyakan apakah tank-tank tersebut dapat melintasi jembatan di Taiwan dengan aman tanpa menyebabkan kerusakan struktural.
Lee juga mengklaim bahwa 40 persen jembatan yang ada di Taiwan tidak dapat menahan berat M1A2T.
Latihan hari Rabu ini menandai kedua kalinya tank buatan AS tersebut melakukan latihan di luar markas mereka sejak Brigade Lapis Baja ke-584 Angkatan Darat menerima kiriman pertama dari 38 tank Abrams pada akhir Oktober 2025.
Taiwan membeli 108 tank dari AS dalam kesepakatan yang disetujui Washington pada 2019 dengan nilai sekitar NT$40,5 miliar (Rp22,6 triliun). Seluruh tank tersebut kini telah dikirimkan.