MOL: Total premi astek pekerja migran NT$4 miliar lebih dari manfaat yang diterima

17/05/2026 10:29(Diperbaharui 17/05/2026 11:04)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 17 Mei (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan baru-baru ini mengatakan total premi asuransi tenaga kerja yang dibayarkan pekerja migran NT$4 miliar (Rp2,2 triliun) lebih banyak dari manfaat yang mereka terima.

Hal tersebut dikatakan MOL dalam sebuah rilis pers hari Jumat (15/5), menanggapi apa yang mereka sebut sebagai rumor yang mempertanyakan bahwa "syarat klaim dan perhitungan manfaat bagi peserta asuransi tenaga kerja warga negara asing sama dengan pekerja lokal, sehingga telah menimbulkan risiko struktural."

MOL mengatakan bahwa pekerja migran, sama seperti tenaga kerja lokal, juga memiliki kewajiban untuk menanggung dan membayar premi asuransi mereka sendiri.

Total iuran pribadi yang dibayarkan peserta asuransi tenaga kerja warga negara asing pada 2025 mencapai NT$6,34 miliar, sementara total manfaat yang mereka terima adalah NT$2,29 miliar, menurut statistik yang dikutip MOL.

Artinya, secara keseluruhan, jumlah premi yang dibayarkan peserta asing lebih besar sekitar NT$4 miliar dibandingkan manfaat yang mereka terima, lanjut kementerian.

Di sisi lain, MOL juga membantah pernyataan di internet yang menyebutkan bahwa "MOL memperlakukan pekerja migran lebih baik daripada pekerja lokal, sehingga menyebabkan masalah keuangan."

MOL menjelaskan bahwa asuransi tenaga kerja merupakan sistem yang memberikan manfaat berdasarkan premi yang telah dibayarkan. Di antara yang dicakup adalah tunjangan sakit, disabilitas, dan kematian.

Berdasarkan verifikasi, dari 2018 hingga 2025, klaim tunjangan kematian keluarga oleh peserta asuransi berkewarganegaraan asing hanya mencakup 0,15 persen dari total pengeluaran manfaat secara keseluruhan, kata MOL.

Hal ini, menurut kementerian, berarti bahwa satu jenis manfaat tersebut tidak mungkin menjadi penyebab masalah keuangan dalam sistem asuransi tenaga kerja.

MOL menegaskan asuransi tenaga kerja adalah bentuk asuransi sosial berbasis kontribusi bersama dan pembagian risiko, dan baik pekerja lokal maupun asing memiliki hak yang sama.

Oleh karena itu, kementerian mengimbau masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi dengan cermat sebelum menyebarkannya kembali.

Sebagai informasi, asuransi tenaga kerja mencakup pekerja sektor formal baik yang berkewarganegaraan Taiwan maupun asing, tetapi tidak melindungi mereka yang nonformal, termasuk pekerja rumah tangga migran.

Dalam aksi Hari Buruh Internasional di Taipei pada 1 Mei yang diikutsertai ribuan orang, tuntutan mencakup agar seluruh pekerja migran, tanpa memandang pekerjaan, dicakup dalam asuransi tenaga kerja dan skema pensiun baru Taiwan.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.