Taipei, 19 Mei (CNA) Dua puluh anak-anak di panti asuhan Harmony Home Foundation, Taiwan baru-baru ini mendapatkan pemantauan kesehatan melalui pengecekan tumbuh kembang yang dilakukan tim medis dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (UI).
Kepada CNA, Derris, koordinator pelayanan Harmony Home, menyampaikan 90 persen anak-anak yang diperiksa kesehatannya, yang berusia sekitar 1 hingga 5 tahun, adalah anak dari pekerja migran Indonesia (PMI).
Derris juga mengatakan anak-anak tersebut ada yang dititipkan ke panti sementara orang tuanya bekerja, dan sebagian memang ditinggalkan.
Tim medis UI yang berkunjung pada Jumat (15/4) pagi ini terdiri dari Tuti Afriani, Yossie Susanti Eka Putri, Wirda Y Dulahu, Yuniar Mansye Soeli, dan Baskoro Abdiansyah.
Tim melakukan pengecekan tumbuh kembang anak dengan mendeteksi penyimpangan pertumbuhan fisik, seperti menilai status gizi anak, kondisi perawakan dan berat badan ideal sesuai usia.
Selain itu juga dilakukan deteksi penyimpangan perkembangan seperti menilai perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, dan sosial.
Ditemui di akhir acara, Tuti Afriani selaku ketua rombongan mengatakan kepada CNA bahwa secara keseluruhan hasil pengecekan tumbuh kembang anak-anak secara fisik di panti tersebut sangat baik, meskipun ada dua yang menurut pengamatannya masih kurang.
"Masih ada dua anak yang perkembangannya masih kurang. Anak-anak tersebut masih belum bisa menerima perintah dengan benar seperti menggambar dan menaruh barang atau melompat. Namun, secara keseluruhan, tumbuh kembang anak-anak di Harmony Home sangat baik, aktif dan bisa bersosialisasi," ujar Tuti.
Tuti menambahkan, sebaiknya sejak dini anak-anak diajarkan untuk pergi ke toilet tanpa menggunakan popok sekali pakai. Namun, ia menilai kemungkinan hal tersebut masih belum bisa diajarkan dikarenakan anak-anak ini berada di panti asuhan, dimana jumlah mereka lebih banyak dibandingkan pengasuhnya.
Tim medis UI juga memberikan pengecekan kesehatan kepada para pengasuh serta beberapa ibu dari anak-anak yang tinggal di panti tersebut.
"Ada lima wanita yang kami cek kesehatannya, secara keseluruhan bagus, tetapi ada dua orang yang menderita hipertensi dan juga kanker, sekaligus mengalami permasalahan pada kesehatan mentalnya" ujar Tuti.
Sementara itu, ditemui di sela-sela kegiatan, Pendiri Harmony Home Nicole Yang (楊婕妤) mengatakan kepada CNA bahwa ia berterima kasih kepada tim medis UI yang telah menyempatkan diri menjenguk anak-anak di panti Harmony.
Ia pun juga membawa tim medis tersebut ke ruangan lain untuk melihat bayi-bayi dan anak-anak usia di bawah satu tahun yang sedang mereka rawat.
Pada Jumat siang, tim medis pun meneruskan pengecekan kesehatan dengan mengunjungi salah satu tempat penampungan yang berada di Distrik Zhongli, Taoyuan.
Ibu dan anak serta para pekerja migran yang sakit maupun PMI bermasalah yang ditampung di sana secara keseluruhan kesehatannya baik, tetapi masih ada yang terkena anemia, menurut Tuti.
"Secara keseluruhan sebanyak 25 orang yang kita cek, kesehatannya bagus. Namun, saat kami memberikan penyuluhan tentang kontrasepsi, kebanyakan para ibu-ibu tidak mengerti," kata Tuti.
"Banyak yang menolak untuk melakukan tindakan pencegahan untuk hamil. Kebanyakan mereka takut dan tidak mengerti, jadi enggan untuk ikut keluarga berencana," lanjutnya.
Selesai/JC