Taipei, 5 Mei (CNA) Warga Taiwan memiliki hak untuk berinteraksi dengan dunia, kata Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Selasa (5/5) setelah melakukan perjalanan ke Eswatini yang sebelumnya diduga telah ditangguhkan karena Tiongkok.
Berbicara saat tiba di Bandara Internasional Taoyuan, Lai mengatakan perjalanannya sempat terganggu, namun hambatan tersebut justru menyoroti tekad kuat rakyat Taiwan untuk menjangkau komunitas internasional.
"Taiwan adalah bagian dari dunia, dan rakyat Taiwan adalah warga dunia. Rakyat Taiwan memiliki hak untuk berinteraksi dengan dunia," ujarnya.
Lai menambahkan bahwa rakyat Taiwan akan terus bertindak secara stabil dan bertanggung jawab sambil berupaya memperluas partisipasi dan kontribusi negara di panggung global.
Presiden awalnya dijadwalkan melakukan perjalanan ke Eswatini pada 22 April, namun perjalanan tersebut ditangguhkan setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar secara tiba-tiba mencabut izin terbang di atas wilayah udara mereka untuk pesawat carterannya tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Taiwan menuduh Tiongkok berada di balik tindakan ketiga negara kepulauan di Samudra Hindia tersebut. Kementerian Luar Negeri Seychelles dan Madagaskar mengatakan telah mencabut izin terbang karena kebijakan "satu Tiongkok" mereka.
Kantor Kepresidenan kemudian diam-diam melanjutkan perjalanan tersebut, dan Lai mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial pada malam 2 Mei bahwa ia telah tiba di Eswatini.
Meskipun terjadi penundaan selama beberapa hari, katanya, warga sekutu Afrika tersebut tetap menyambutnya dengan hangat dan antusias.
Eswatini adalah satu dari hanya 12 negara di dunia yang secara resmi mengakui Republik Tiongkok, nama resmi Taiwan, dan pulau-pulau terluar Kinmen, Matsu, dan Penghu.