Lin Yu-ting raih medali perunggu di Kejuaraan Tinju Asia

06/04/2026 17:02(Diperbaharui 06/04/2026 17:02)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Petinju Taiwan Lin Yu-ting (kedua dari kanan) bersama pelatihnya (kedua dari kiri) dan dua orang lainnya di Asian Boxing Elite Boxing Championships 2026 di Ulaanbaatar, Mongolia. (Sumber Foto : Asosiasi Tinju Chinese Taipei)
Petinju Taiwan Lin Yu-ting (kedua dari kanan) bersama pelatihnya (kedua dari kiri) dan dua orang lainnya di Asian Boxing Elite Boxing Championships 2026 di Ulaanbaatar, Mongolia. (Sumber Foto : Asosiasi Tinju Chinese Taipei)

Taipei, 6 Apr. (CNA) Lin Yu-ting (林郁婷), peraih medali emas tinju Olimpiade pertama Taiwan, meraih medali perunggu di divisi 60 kilogram (kg) putri pada Asian Boxing Elite Boxing Championships 2026 di Ulaanbaatar, Mongolia, setelah kalah di babak semifinal pada Senin (6/4).

Bertanding di turnamen internasional pertamanya sejak Olimpiade Paris 2024, Lin kalah 4-1 dari petinju Korea Utara, Won Un Gyong.

Lin berhasil menyamakan kedudukan pada ronde kedua, tetapi Won unggul di babak ketiga, dengan kelima juri memberikan skor 10-9 untuk keunggulannya.

Secara keseluruhan, empat juri memberikan skor 29-28, termasuk satu untuk Lin dan tiga untuk Won, sementara juri kelima menyematkan ketiga ronde untuk Won.

Kekalahan Lin senada dengan hasil yang diperoleh rekannya, Guo Yi-xuan (郭怡萱), yang juga tersingkir di semifinal 51 kg putri, sehingga Taiwan sejauh ini meraih dua perunggu di kejuaraan tersebut.

Tseng Tzu-chiang (曾自強), pelatih Lin, mengatakan gaya bertarung Won yang lebih agresif mungkin memengaruhi penilaian juri, sambil menekankan pentingnya pengalaman ini.

"Bagaimanapun, ini adalah kali pertama kami bertanding di divisi 60 kg setelah Olimpiade. Keterampilan, strategi, dan gaya lawan semuanya baru bagi kami, jadi kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengamati dan belajar," ujarnya.

Lin memenangkan emas tinju Olimpiade pertama Taiwan di divisi 57 kg putri di Paris, meskipun sempat terjadi sengketa kelayakan gender yang akhirnya membuatnya didukung Komite Olimpiade Internasional.

Ia sempat absen dari kompetisi internasional di tengah dinamika olahraga yang berubah dan ketegangan geopolitik, sebelum World Boxing mengonfirmasi kelayakannya untuk mengikuti ajang World Boxing pada akhir Maret.

Tseng mengatakan Lin masih dalam proses mengembalikan performa setelah absen cukup lama, dengan target utamanya adalah Asian Games Aichi-Nagoya akhir tahun ini.

"Tidak masalah kami kalah kali ini. Setidaknya itu berarti kami masih punya ruang untuk berkembang," ujarnya.

(Oleh Chao Yen-hsiang, Li Chien-chung, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.