HPA: Akurasi pendeteksian awal kanker paru-paru dengan LDCT-AI naik 25%

25/08/2024 09:55(Diperbaharui 25/08/2024 09:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan di Taipei. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 25 Agu. (CNA) Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan Nasional (HPA) melalui siaran pers baru-baru ini menyampaikan bahwa program bantuan pemindaian tomografi komputer dosis rendah (low-dose computed tomography, LDCT) yang dipadukan dengan kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan akurasi pendeteksian awal kanker paru-paru sebesar 25 persen.

Kanker paru-paru sudah menjadi jumlah kasus kanker tertinggi di Taiwan. Saat ini, LDCT adalah satu-satunya metode pendeteksian dini kanker paru-paru yang terbukti efektif secara internasional. 

Selain memasukkan pendeteksian dini kanker paru-paru dalam program subsidi, HPA juga mengintegrasikan pendeteksian dengan AI, sehingga tingkat akurasi meningkat 25 persen.

Menurut statistik dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada tahun 2021, jumlah kasus kanker paru-paru di Taiwan mencapai 16.880 orang, menjadikannya kanker dengan jumlah kasus tertinggi.

Karena gejala awal kanker paru-paru sulit terdeteksi dan sering kali baru baru diketahui saat sudah di stadium IV, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pengidapnya hanya berada di sekitar 10 persen, lanjut HPA.

Namun, jika dapat dideteksi dan diobati lebih awal, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun dapat meningkat hingga lebih dari 90 persen, ungkap HPA.

Sejak Juli 2022, HPA telah mempromosikan layanan pendeteksian dini kanker paru-paru LDCT-AI, yang membantu mendeteksi lesi kecil kanker paru-paru tahap awal yang sulit dikenali secara manual dan menganalisis karakteristik kanker paru-paru, kata HPA.

HPA melalui siaran pers menyampaikan bahwa program bantuan LDCT-AI dapat mendeteksi lesi kecil nodul paru-paru yang berukuran kurang dari 4 mm, meningkatkan akurasi deteksi kasus abnormal sebesar 25 persen, menaikkan kecepatan pengeluaran laporan 29 persen, dan menaikkan konsistensi interpretasi karakteristik nodul paru-paru 31 persen.

Program LDCT-AI secara resmi memperoleh izin peralatan medis tingkat II pada bulan Februari 2024, kata HPA.

HPA melanjutkan, setelah diverifikasi oleh rumah sakit National Taiwan University, Tri-Service General Hospital, dan Wanfang, sensitivitasnya terbukti dengan rata-rata 2 nodul paru-paru positif palsu.

Akurasi deteksi nodul paru-paru yang berukuran kurang dari 4 mm mencapai sekitar 90 persen, dan akurasi deteksi nodul paru-paru yang berukuran lebih dari 6 mm bahkan melebihi 90 persen, kata HPA.

(Oleh Chen Chieh-ling dan Antonius Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.