Taipei, 7 Sep. (CNA) Sesosok kuntilanak datang "menghantui" Distrik Xinyi, Taipei untuk promosi film horor Taiwan yang berlatarkan Indonesia "The Rope Curse 4: Kuntilanak" (粽邪4:坤蒂拉娜), seiring box office-nya di seluruh Taiwan menembus NT$55 juta (Rp30,7 miliar), kata pihak produksi, Senin (7/9).
Setelah menggerayangi sebuah bar di Xinyi pada Jumat malam, sang kuntilanak menampakkan diri dalam pemutaran tengah malam di bioskop untuk bertatap muka dengan penonton, menurut rilis pers WOWing Entertainment Group.
Baca juga: "The Rope Curse 4" resmi tayang, teror kuntilanak Indonesia dilawan ritual kuil Taiwan
Hsu An-chih (許安植), pemeran gadis Taiwan dengan kemampuan supernatural bernama Jiamin, memenuhi permintaan penonton di lokasi dengan melafalkan mantra pengusiran roh ke arah kuntilanak.
Sang kuntilanak, yang menjadi tokoh utama di film ini, kemudian "meringkuk secara dramatis di lantai sambil memohon ampun karena kesakitan," mengundang gelak tawa para penonton.
Pada akhir pekan kedua setelah film dirilis pada 27 Agustus, produser Jeff Tsou (鄒介中) dan sutradara Liao Shih-han (廖士涵) kembali memimpin para pemeran utama serta penyanyi lagu tema film "Caotun Boyz" (草屯囝仔) untuk menyapa penonton.
Mereka dibagi menjadi dua tim dan berkeliling ke berbagai bioskop di Taipei, Taichung, Tainan, dan Kaohsiung untuk menggelar rangkaian sesi diskusi bersama penonton setelah pemutaran.
Hsu dua kali terharu hingga menangis ketika berinteraksi dengan para penggemar film di Taiwan selatan dan mendengar tanggapan dari mereka.
"Mendengar penonton mengatakan bahwa 'The Rope Curse' memberi mereka kekuatan spiritual dalam keyakinan mereka, pada saat itu saya benar-benar bisa merasakan sepenuhnya ketulusan dan perhatian yang mereka berikan. Saya sangat merasakan adanya cinta yang begitu kuat dan saling berbalas," ucapnya.
Menurut pihak produksi, berbeda dari film-film horor murni yang umumnya mengandalkan adegan mengejutkan dan kekerasan berdarah, seri "The Rope Curse" sejak awal selalu berfokus pada kepercayaan dan tradisi rakyat Taiwan, budaya kuil, serta emosi kemanusiaan yang mendalam.
Kuntilanak yang dalam film digambarkan sebagai sosok yang sangat menakutkan juga merupakan seorang perempuan yang semasa hidupnya mengalami kekerasan kejam dan tidak dapat beristirahat dengan tenang karena dipenuhi rasa ketidakadilan dan dendam, menurut pihak produksi.
Pihak produksi sebelumnya telah menjadwalkan pemengaruh Indonesia Andovi da Lopez, salah satu pemeran, untuk menyapa penonton di bioskop Taipei dan New Taipei pada Senin, tetapi penerbangannya dibatalkan seiring erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Semoga keadaan membaik sehingga gua bisa menjadwalkan ulang penerbangan gua ke Taiwan, tetapi yang paling penting, semoga keadaan Indonesia membaik," kata Andovi di unggahan videonya di Instagram pada Minggu sore.
Baca juga: Pemeran film Taiwan tentang kuntilanak ceritakan kisah menarik syuting di Indonesia
"The Rope Curse 4: Kuntilanak" diawali pembunuhan tragis seorang pekerja migran Indonesia di kedai makan di Taiwan, setelah ia menonton siaran langsung yang berisi ritual dukun yang membangkitkan sosok kuntilanak. Pemilik toko kemudian tewas gantung diri.
Seorang wanita Taiwan yang tidak sengaja memasuki lokasi kejadian juga mengalami berbagai keanehan, lalu diketahui terkena kutukan perpindahan jiwa. Untuk mematahkannya, para tokoh dari kedua negara pun bekerja sama.
Selain Andovi, selebritas Indonesia lainnya yang turut mengisi peran di film ini termasuk aktor Ferry Salim dan eks anggota grup idola JKT48 Yessica Tamara.
Selesai/ML