Taiwan perkenalkan budaya kuliner dengan seminar di Indonesia

07/09/2026 13:00(Diperbaharui 07/09/2026 13:00)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Chef Wen Guo-zhi (kanan) dan asisten chef Chen Jui-chang membawakan seminar kuliner Indonesia di Jakarta pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 6 September 2026)
Chef Wen Guo-zhi (kanan) dan asisten chef Chen Jui-chang membawakan seminar kuliner Indonesia di Jakarta pada Minggu. (Sumber Foto : CNA, 6 September 2026)

Taipei, 7 Sep. (CNA) Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) Taiwan telah menggelar serangkaian seminar kuliner di Indonesia, yang memperkenalkan budaya gastronomi Taiwan kepada diaspora dan masyarakat setempat melalui demonstrasi memasak dan interaksi dengan peserta.

Di acara penutup di Jakarta pada Minggu (6/9), chef Wen Guo-zhi (溫國智) dan asisten chef Chen Jui-chang (陳瑞昌) memandu para peserta dari persiapan bahan, teknik memotong, hingga tahapan memasak untuk membuat beragam hidangan khas Taiwan sambil mempelajari berbagai teknik.

Terkait menu yang dibawa kali ini, Wen menjelaskan kepada CNA bahwa udang goreng nanas dan cah Hakka dapat dibuat di rumah, seiring cara pembuatannya relatif sederhana, dan bahan-bahannya juga mudah dibeli.

Sementara itu, choi pan Taiwan merupakan salah satu hidangan khas yang merepresentasikan budaya pangan berbahan beras masyarakat Hakka di Taiwan, dan cocok dibuat bersama oleh orang tua dan anak di hari libur, kata Wen, seraya mencatat bahwa perbandingan antara isian dan kulitnya perlu diperhatikan.

Wen pun mengatakan bahwa ia berharap melalui penggunaan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan metode memasak yang relatif sederhana, warga Taiwan di luar negeri juga dapat menghadirkan kembali cita rasa kampung halaman di rumah.

(Sumber Foto : CNA, 6 September 2026)
(Sumber Foto : CNA, 6 September 2026)

Wen, yang telah beberapa kali ditunjuk OCAC untuk mengisi seminar kuliner di berbagai belahan dunia, mengatakan bahwa dibandingkan dengan negara lain, di Indonesia lebih banyak warga Taiwan yang berpartisipasi dan usia mereka relatif lebih muda.

Oleh karena itu, ia juga berkomunikasi menggunakan bahasa Hokkien Taiwan dan bahasa Hakka, sehingga interaksi di lokasi terasa lebih akrab, kata Wen, yang telah berkecimpung di bidang kuliner puluhan tahun hingga meraih berbagai penghargaan dan kini memimpin sebuah perusahaan konsultan makanan.

Wen mengatakan dirinya berharap kegiatan semacam ini dapat terus dipromosikan dalam berbagai bentuk pada masa mendatang, baik untuk melayani komunitas Taiwan di luar negeri maupun memberikan lebih banyak kesempatan kepada warga dari berbagai negara yang menyukai kuliner Taiwan untuk mencicipinya.

Sebelum acara Minggu, seminar yang digelar dengan dukungan sejumlah kelompok Taiwan di Indonesia ini juga digelar di Jakarta pada Jumat dan Bandung pada Rabu.

(Oleh Gwyneth Sharon dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

(Sumber Foto : CNA, 6 September 2026)
(Sumber Foto : CNA, 6 September 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.