London, 7 Sep. (CNA) Menteri Kebudayaan Taiwan, Li Yuan (李遠), memulai tur Eropa pada Minggu (6/9) dengan kunjungan ke Inggris, menandai kunjungan resmi pertama ke Inggris oleh seorang menteri kebudayaan Taiwan.
Inggris adalah pemberhentian pertama dalam perjalanan Li, yang juga akan membawanya ke Prancis untuk menghadiri sesi penjurian Taiwan-France Cultural Award ke-30 dan upacara penganugerahan edisi ke-29 penghargaan tersebut, menurut Kementerian Kebudayaan (MOC).
Li mengatakan ia berharap dapat menggunakan kunjungan ini untuk menampilkan beragam penawaran dan kebijakan budaya Taiwan kepada rekan-rekannya di Inggris, Prancis, dan negara-negara lain di Eropa, sekaligus mengundang tokoh-tokoh budaya terkemuka ke Taiwan untuk pertukaran dan proyek bersama yang bertujuan memperkuat kemitraan budaya.
Pada Minggu, Li mengunjungi Barbican Centre dan museum Young V&A di London untuk belajar dari pengalaman Inggris dalam mengembangkan program seni berbasis teknologi dan museum anak-anak, seiring Taiwan mengembangkan beberapa proyek infrastruktur budaya utama.
Menurut MOC, proyek-proyek tersebut meliputi National Children's Future Museum, National Railway Museum, National Comics Museum, serta perluasan tahap kedua National Museum of Taiwan History.
Di Barbican Centre, salah satu tempat seni multidisiplin terkemuka di London, Li memuji integrasi fasilitas budaya, ruang hijau, dan lingkungan permukiman di sekitarnya.
Pusat tersebut, yang didirikan pada tahun 1982, memiliki teater, galeri, aula konser, bioskop, konservatori besar dengan lebih dari 1.500 spesies tanaman dan pohon, perpustakaan, ruang pertemuan dan komunitas, restoran, serta taman di tepi danau.
Berbicara kepada wartawan setelah kunjungan tersebut, Li mengatakan bahwa dengan keterlibatan MOC, inisiatif "hutan kota" nasional yang direncanakan pemerintah "akan memiliki cerita untuk diceritakan."
Ia mengatakan kementerian berharap dapat mengintegrasikan perencanaan ekologi ke dalam museum, fasilitas budaya, komunitas, dan situs budaya lainnya di seluruh Taiwan.
Li juga mengatakan Taiwan harus berupaya untuk mendistribusikan fasilitas budaya yang lebih merata dalam perencanaan kota di masa depan agar masyarakat memiliki akses yang lebih baik ke kegiatan budaya di dekat tempat tinggal mereka.
Di Young V&A, Li berkeliling museum bersama kepala kurator Alex Newson, yang mengatakan lebih dari 22.000 anak-anak, remaja, guru, dan peserta lainnya memberikan ide selama proses redesain museum sebelum dibuka kembali pada tahun 2023.
Li memuji pendekatan museum yang berpusat pada anak, seraya mengatakan Taiwan berharap dapat mengadopsi pendekatan partisipatif serupa dalam desain National Children's Future Museum yang direncanakan untuk mendorong kreativitas dan membuat anak-anak menjadi peserta aktif dalam membentuk institusi tersebut.
Menteri dijadwalkan menghabiskan lima hari di Inggris sebelum melanjutkan perjalanan ke Prancis. Ia akan mengakhiri tur Eropanya pada 15 September dan kembali ke Taiwan keesokan harinya, menurut MOC.
Selesai/IF