Perdana Menteri Taiwan, Cho Jung-tai pada 2 September mengatakan Taiwan memainkan peran penting dalam revolusi kecerdasan buatan global dan diperkirakan akan tetap menjadi pusat pertumbuhan industri semikonduktor.
Pameran dagang semikonduktor SEMICON Taiwan 2026 berlangsung pada 2 hingga 4 September di Taipei Nangang Exhibition Center, dengan lebih dari 1.300 perusahaan dari 65 negara dan wilayah.
Di pembukaannya, Perdana Menteri Cho Jung-tai mengatakan perkembangan kecerdasan buatan yang pesat telah menciptakan gelombang inovasi dan kerja sama teknologi, dan Taiwan berperan penting bersama negara-negara lainnya.
Sementara itu, Presiden Lai Ching-te di Semicon Network Summit mengatakan industri semikonduktor Taiwan telah membangun hubungan industri baru di berbagai belahan dunia, memperkuat hubungan internasional sekaligus menciptakan rantai pasok yang lebih beragam dan tangguh.
Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri Taiwan telah menggelar serangkaian seminar kuliner di Bandung dan Jakarta, yang memperkenalkan budaya gastronomi Taiwan kepada diaspora dan masyarakat setempat melalui demonstrasi memasak dan interaksi dengan peserta.
Chef Taiwan datang ke Indonesia untuk mengajarkan persiapan bahan, teknik memotong, hingga tahapan memasak dalam membuat beragam hidangan khas Taiwan.
Ini adalah seminar budaya kuliner Taiwan, yang diselenggarakan Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri Taiwan di Jakarta pada 4 dan 6 September serta Bandung pada tanggal 2.
Chef Wen Guo-zhi mengatakan kepada CNA bahwa hidangan yang dihadirkan, udang goreng nanas dan cah Hakka, dapat dibuat di rumah karena kesederhanaannya, sementara choi pan Taiwan cocok dibuat bersama oleh keluarga di hari libur.
Wen berharap bahwa dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan metode memasak yang sederhana, diaspora Taiwan juga dapat menghadirkan kembali cita rasa kampung halaman di rumah.
Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan pada 3 September kembali membuka pendaftaran bagi organisasi kesejahteraan publik untuk mengikuti program percontohan yang melatih dan mengirimkan perawat migran paruh waktu, dengan tujuan memperluas layanan ini ke seluruh 22 kota dan kabupaten.
"Program Percontohan Layanan Pendampingan Beragam" Taiwan diluncurkan pada 27 April 2025, memungkinkan mereka yang memenuhi syarat mempekerjakan perawat migran secara paruh waktu melalui organisasi nirlaba. Hingga kini, telah ada 13 organisasi di 16 kota dan kabupaten yang mengantongi izin.
Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan pada 3 September membuka pendaftaran untuk fase ketiga program ini hingga tanggal 24.
Pejabat Ditjen Pengembangan Tenaga Kerja, Hu Hsin-yeh mengatakan kementerian berharap lebih banyak organisasi akan bergabung, sehingga layanan dapat diperluas ke seluruh 22 kota dan kabupaten, dengan penyedia baru diperkirakan mulai beroperasi paling cepat pada awal 2027.
Kelompok masyarakat sipil Indonesia dan Taiwan pada 1 September mengajukan pengaduan Titik Kontak Nasional, atau NCP, ke Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan, terkait dugaan pelanggaran anak perusahaan Taiwan di Morowali dan Teluk Weda.
Sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di depan Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan pada 1 September, menyerukan kementerian untuk menjalankan NCP, badan alternatif yang menangani pengaduan pelanggaran hak asasi manusia oleh perusahaan.
Mereka pun menyerahkan pengaduan kasus di mana sejumlah perwakilan dari Indonesia mengatakan ada anak perusahaan Taiwan di Kawasan Industri Morowali dan Kawasan Industri Weda Bay yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan memiliki kondisi kerja yang buruk.
Seorang pejabat Kementerian Urusan Ekonomi menerima surat pengaduan, dan kementerian kemudian mengatakan NCP belum berdiri, dan pemerintah tengah mempercepat prosesnya, tetapi pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan ini dengan komunikasi ke perusahaan.
Pertunjukan jalanan "Trois éléphants passent ..." yang dimeriahkan gajah-gajah mekanik raksasa pada 5 dan 6 September menarik ratusan ribu penonton Taiwan dan asing ke jalan-jalan di Taipei.
Tiga gajah mekanik raksasa mengarungi jalanan Distrik Shilin, Taipei pada 5 dan 6 September, membuat ratusan ribu penonton Taiwan maupun mancanegara berkerumun.
Ini adalah teater jalanan "Trois éléphants passent ..." yang dipersembahkan kelompok Prancis, Compagnie Oposito, yang juga menampilkan perpaduan budaya dengan kelompok lokal Sun Son Theatre dan Hsuan-yu Music, menggabungkan musik klasik, lagu rakyat Breton, dan perkusi jalanan.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an mengatakan pertunjukan spektakuler ini bertujuan membawa seni ke lingkungan dan kehidupan sehari-hari warga.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)