Kwangju, Korea Selatan, 7 Sep. (CNA) Seniman dan kurator Taiwan pada Sabtu (5/9) menyambut pembukaan "Paviliun Taiwan" dalam Proyek Paviliun Biennale Gwangju, setelah kontroversi penamaan yang menyebabkan Tiongkok menarik diri dari acara tersebut.
Berbicara kepada CNA, Chen Kuang-yi (陳貺怡), direktur National Taiwan Museum of Fine Arts (NTMoFA), yang mengkurasi paviliun di Gwangju, Korea Selatan, mengatakan bahwa ia sangat gembira setelah "berjuang melalui saluran resmi untuk mendapatkan kesempatan membuka pameran dengan layak."
"Setiap hari ketika kami bangun, selalu ada masalah yang berbeda, jawaban yang berbeda, dan solusi yang berbeda," katanya, seraya menambahkan bahwa ia sudah kehilangan hitungan berapa banyak surat yang dikirim bolak-balik antara NTMoFA dan penyelenggara, Yayasan Gwangju Biennale.
Yayasan tersebut awalnya mencantumkan paviliun sebagai "The NTMoFA Pavilion" dalam materi promosi, namun setuju untuk mengizinkan penggunaan nama "Paviliun Taiwan" pada 26 Agustus, di tengah tuduhan sensor politik dari para seniman dan pemerintah Taiwan.
Seniman yang berpameran, Chen Ting-ting (鄭亭亭), mengatakan ia percaya keputusan akhir yayasan tersebut sebagian besar didorong oleh dukungan besar untuk Taiwan dari masyarakat Gwangju dan seniman internasional.
Su Hui-yu (蘇匯宇), seniman Taiwan pertama yang menyadari bahwa nama "Paviliun Taiwan" dihapus dari materi promosi, mengatakan bahwa semua seniman berdiri bersama dalam solidaritas: "Jika nama Paviliun kami tidak dikembalikan, kami lebih memilih untuk tidak berpartisipasi."
Pemulihan nama tersebut, kata Su, menunjukkan bahwa seni melampaui kebangsaan. "Ini adalah pertama kalinya saya merasakan bahwa seni memiliki pengaruh sebesar ini."
Pada 3 September, tim kuratorial Tiongkok mengumumkan penarikan diri dari Proyek Paviliun, dengan alasan partisipasi "wilayah Taiwan dari Tiongkok" di bawah nama yang "tidak sesuai dengan statusnya," menurut media pemerintah Tiongkok.
Sebagai tanggapan, Yayasan Gwangju Biennale mengatakan bahwa mereka telah menerapkan standar penunjukan sesuai dengan prosedur administratif, seraya menambahkan bahwa mereka berharap paviliun Tiongkok dapat melanjutkan partisipasinya.
Gwangju Biennale berlangsung dari 5 September hingga 15 November.
Selesai/ja