Presiden Lai: Taiwan targetkan jadi pusat manajemen aset utama Asia

04/09/2026 17:46(Diperbaharui 04/09/2026 17:46)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te. (Sumber Foto : CNA, 4 September 2026)
Presiden Lai Ching-te. (Sumber Foto : CNA, 4 September 2026)

Taipei, 4 Sep. (CNA) Taiwan akan memperkuat inisiatif untuk menjadi pusat manajemen aset di Asia dalam upaya mengubah kekuatan industrinya menjadi kekuatan finansial serta meningkatkan daya saing negara, kata Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Jumat (4/9).

Berbicara dalam sebuah forum pengembangan sektor keuangan di Taipei, Lai mengatakan pemerintah akan terus menyesuaikan dan melonggarkan regulasi keuangan guna memberikan ruang yang lebih besar bagi lembaga keuangan untuk mengembangkan bisnis manajemen aset, meski tidak merinci langkah-langkah tersebut.

Menurut Lai, tujuan inisiatif itu adalah menginternasionalisasi pasar keuangan Taiwan dan menjadikan Taiwan sebagai platform penting yang menghubungkan industri dengan modal global.

"Taiwan memiliki kekuatan industri, dan sekarang kita perlu mengubah kekuatan tersebut menjadi kekuatan finansial dan daya saing nasional," kata Lai.

Sektor keuangan Taiwan mencatat laba pada tingkat rekor atau mendekati rekor pada 2024 dan 2025, dengan laba gabungan industri perbankan, sekuritas, dan asuransi melampaui NT$1 triliun (Rp556,8 triliun) untuk pertama kalinya pada 2024, kata Lai.

Perekonomian Taiwan diperkirakan tumbuh 11,05 persen tahun ini, sementara laba tiga sektor utama keuangan diproyeksikan melampaui capaian dalam dua tahun sebelumnya, ujarnya.

Lai mengatakan inisiatif manajemen aset pemerintah telah menunjukkan hasil, dengan aset yang dikelola sektor keuangan (AUM) mencapai NT$46 triliun per Juni, atau sekitar NT$14 triliun lebih tinggi dibandingkan sebelum rencana tersebut diluncurkan pada 2024.

Namun, presiden tidak menyebutkan langkah pemerintah tertentu yang menyebabkan peningkatan AUM tersebut. Pertumbuhan itu sebenarnya dapat dengan mudah dijelaskan oleh kenaikan harga saham yang didorong investor yang memburu saham terkait tren kecerdasan buatan (AI).

Indeks acuan pasar saham Taiwan, Taiex, melonjak 59,2 persen dalam enam bulan pertama 2026, didorong saham-saham teknologi yang memiliki prospek menjanjikan di sektor AI. Kenaikan tersebut terjadi setelah Taiex juga melonjak lebih dari 20 persen pada 2024 dan 2025.

Saham TSMC, perusahaan pembuat cip kontrak terbesar di dunia yang mencakup lebih dari 40 persen nilai pasar Taiwan, telah naik 306 persen hingga akhir Juni dibandingkan awal 2024, didukung oleh lonjakan sektor AI.

Ke depan, Lai mengatakan tahap berikutnya dari inisiatif tersebut akan berfokus pada pendalaman bisnis manajemen aset, penguatan pasar modal, serta perluasan layanan keuangan lintas batas.

Lai juga menyoroti Taiwan Innovation Board, sebuah platform yang menghimpun perusahaan-perusahaan inovatif yang tercatat di bursa, dengan total nilai perdagangan mencapai NT$125,1 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini, naik 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, Taiwan harus mengembangkan platform tersebut menjadi sarana penggalangan dana bagi perusahaan rintisan di Asia dan menarik lebih banyak perusahaan internasional untuk mencatatkan sahamnya di Taiwan, dengan tujuan menjadikannya sebagai "Nasdaq Asia."

Presiden mengatakan pemerintah juga akan memanfaatkan pengalaman dari zona percontohan manajemen aset di Kaohsiung untuk menyusun regulasi yang mencakup keuangan lintas batas, kantor keluarga, dan produk keuangan inovatif, dengan kebijakan yang terbukti berhasil nantinya diperluas ke seluruh Taiwan.

Komisi Pengawas Keuangan sedang menyusun undang-undang khusus mengenai pasar keuangan dan pengembangan manajemen aset untuk menyediakan kerangka hukum yang stabil dan dapat diprediksi, kata Lai.

(Oleh Sean Lin dan Jennifer Aurelia)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.