Taipei, 12 Agu. (CNA) Direktorat Jenderal Cuaca Pusat (CWA) memperingatkan pada Rabu (12/8) bahwa suhu akan mencapai 36 derajat Celsius di beberapa wilayah Taiwan, sementara bagian barat daya pulau tersebut menghadapi ancaman hujan lebat karena cuaca yang tidak stabil diperkirakan akan terus berlangsung sepanjang pekan.
CWA mengeluarkan peringatan panas oranye untuk beberapa bagian Taipei dan New Taipei, yang menunjukkan bahwa suhu bisa mencapai 38 derajat Celsius pada Rabu atau melebihi 36 derajat selama tiga hari berturut-turut.
Peringatan panas kuning juga dikeluarkan untuk beberapa bagian Taoyuan serta Kabupaten Changhua, Hualien, dan Taitung, di mana suhu tertinggi 36 derajat mungkin terjadi pada Rabu.
Peringatan panas ini akan tetap berlaku hingga pukul 17.00.
Hingga pukul 13:42 Rabu, suhu siang hari tertinggi yang tercatat di Taiwan adalah 36,9 derajat Celsius di Distrik Xindian, New Taipei, 36,2 derajat di Desa Luye, Kabupaten Taitung, dan 36,0 derajat di bagian lain New Taipei dan Taitung.
CWA juga mengeluarkan peringatan hujan lebat, memperingatkan bahwa angin barat daya dapat membawa hujan deras berdurasi singkat ke Kota dan Kabupaten Chiayi, Tainan, Kaohsiung, Kabupaten Pingtung, dan Semenanjung Hengchun.
Selain itu, CWA mengeluarkan peringatan angin kencang untuk Pulau Green, Kota Hsinchu, dan Kabupaten Hsinchu, di mana angin berkelanjutan 41-51 km/jam (skala Beaufort 6) dan hembusan angin 63-75 km/jam (skala Beaufort 8) mungkin terjadi hingga Rabu malam.
Sementara itu, meteorolog independen Wu Der-rong (吳德榮) mengatakan model cuaca Eropa terbaru menunjukkan bahwa angin barat daya akan terus bertiup dan membawa kelembapan dari Laut China Selatan hingga Jumat, menjaga kondisi atmosfer tetap tidak stabil.
Wilayah yang menghadap angin di barat daya Taiwan diperkirakan akan mengalami hujan secara berkala hingga Jumat, sementara Taiwan bagian tengah dan utara dapat mengalami badai petir lokal pada sore hari, beberapa di antaranya mungkin membawa hujan lebih deras, kata Wu dalam kolom cuaca daring.
Di luar periode hujan, suhu siang hari akan tetap tinggi, terutama di Taiwan bagian timur serta beberapa bagian tengah dan utara Taiwan, tambahnya.
Mulai Sabtu hingga 21 Agustus, angin musiman diperkirakan akan melemah dan digantikan oleh sistem tekanan rendah yang luas di dekat Taiwan, kata Wu.
Meskipun kelembapan akan tetap melimpah, ancaman cuaca utama akan bergeser ke badai konvektif sore hari yang sering terjadi dan dapat menghasilkan petir, angin kencang, dan hujan deras jangka pendek, ujarnya, serta mengimbau masyarakat untuk memantau peringatan cuaca jangka pendek.
Sementara itu, CWA mengatakan bahwa Badai Tropis Nangka terbentuk pada pukul 8 pagi Rabu di perairan selatan Iwo Jima setelah menguat dari depresi tropis.
Badai tersebut diperkirakan akan bergerak ke arah timur laut dan tidak diperkirakan akan mempengaruhi Taiwan, kata CWA.
Sementara itu, Chan-hom, taifun ke-15 tahun 2026, telah melemah menjadi depresi tropis, sementara Badai Tropis Peilou terus bergerak menjauh dari Taiwan dan juga tidak menimbulkan ancaman bagi pulau tersebut, menurut CWA.