Taipei, 11 Agu. (CNA) Seorang pengacara Taiwan telah didakwa karena diduga memalsukan informasi untuk membantu warga negara Tiongkok masuk ke Taiwan dengan dalih palsu, kata Kantor Kejaksaan Distrik Taipei pada hari Selasa (11/8), dengan alasan potensi ancaman terhadap keamanan nasional.
Dalam surat dakwaan, jaksa mengatakan Chen Chen-wei (陳振偉), seorang pengacara yang memiliki agen konsultasi imigrasi, bersama pihak lain, menyusun rencana bisnis palsu untuk mendapatkan izin dari Badan Imigrasi Nasional (NIA) bagi empat warga negara Tiongkok agar dapat masuk ke Taiwan antara tahun 2023 dan 2024.
Alih-alih mengunjungi Taiwan untuk tujuan bisnis, tiga dari warga Tiongkok tersebut berada di Taiwan untuk mengajukan paspor dari Belize di kedutaan negara Amerika Tengah itu di Taiwan, kata jaksa.
Kelompok Chen menerima kompensasi sebesar US$80.000 (Rp1,4 miliar) karena berhasil membantu satu pemohon mendapatkan paspor Belize, kata jaksa.
Tindakan tersebut melanggar Undang-Undang yang Mengatur Hubungan antara Penduduk Wilayah Taiwan dan Wilayah Daratan, menurut jaksa dalam surat dakwaan.
Menurut undang-undang tersebut, sebelum warga negara Tiongkok datang ke Taiwan untuk urusan bisnis, organisasi di Taiwan yang mengundang mereka harus mengajukan permohonan izin masuk di situs web NIA dan melampirkan dokumen pendukung.
Dokumen tersebut meliputi bukti pekerjaan warga negara Tiongkok, surat jaminan, surat kuasa, rencana dan jadwal kegiatan bisnis, salinan kontrak, formulir pendaftaran perusahaan organisasi pengundang, dan laporan pajak penghasilan perusahaan tahun sebelumnya.
Namun, kelompok Chen menggunakan stempel perusahaan masing-masing untuk membuat rencana bisnis dan jadwal perjalanan palsu serta memalsukan dokumen lain yang diperlukan sebelum mengajukannya ke situs web NIA, kata jaksa.
Dokumen palsu tersebut memungkinkan warga negara Tiongkok yang diidentifikasi sebagai Zhu Naixian (祝乃賢) dan Sun Tao (孫濤) mendapatkan izin masuk dari NIA dan masuk ke Taiwan pada tahun 2023, serta seorang warga negara Tiongkok lainnya bernama Lu Tao (陸濤) masuk ke Taiwan pada tahun 2024, menurut jaksa.
Namun, warga negara Tiongkok lain yang terlibat dalam skema ini, bernama Li Fengxiang (李鳳祥), ditolak masuk pada tahun 2023 karena ia pernah menjadi anggota Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, menurut jaksa.
Sementara semua anggota kelompok Chen telah didakwa, jaksa secara khusus menyoroti Chen, dengan alasan bahwa tindakannya merusak manajemen perbatasan NIA dan menciptakan potensi celah keamanan nasional, dan mereka merekomendasikan hukuman berat untuk Chen kepada pengadilan.
Selesai/ML