Taipei, 9 Agu. (CNA) Sebuah tim peneliti dari Academia Sinica telah mengidentifikasi bagaimana suatu strain bakteri simbiotik membantu karang bertahan hidup di tengah kenaikan suhu laut, sebuah temuan yang dapat membantu para ilmuwan melindungi dan memulihkan terumbu karang yang terancam oleh pemutihan akibat perubahan iklim.
Studi yang dipimpin Peneliti Utama Academia Sinica, Tang Sen-lin (湯森林), ini diterbitkan di The ISME Journal pada Juli, demikian disampaikan lembaga penelitian terkemuka di Taiwan tersebut, dalam sebuah pernyataan pada Senin (3/8).
Menurut akademi tersebut, karang yang sehat bergantung pada alga simbiotik yang dikenal sebagai zooxanthellae, yang menyediakan sebagian besar energi mereka melalui fotosintesis.
Ketika suhu air laut naik, hubungan ini rusak, menyebabkan karang mengeluarkan alga dan berubah menjadi putih dalam proses yang dikenal sebagai pemutihan karang.
Meskipun karang yang mengalami pemutihan tidak langsung mati, kehilangan sumber nutrisi utama membuat mereka jauh lebih lemah dan lebih rentan terhadap penyakit dan kematian, kata akademi tersebut.
Untuk mencari cara membantu karang bertahan di perairan yang lebih hangat, para peneliti mempelajari satu strain bakteri yang dikenal sebagai Endozoicomonas acroporae Acr-14, yang secara alami hidup di dalam jaringan karang yang sehat, ujar Tang.
Sementara para ilmuwan sebelumnya menduga bakteri ini membantu karang mengatur nutrisi dan bertahan dari stres lingkungan, studi ini memberikan bukti langsung bahwa bakteri tersebut bertindak seperti probiotik, melindungi karang dari panas ekstrem, kata Tang.
Penelitian ini dimulai hampir satu dekade lalu setelah tim Tang dan Profesor Chen Wen-ming (陳文明) dari National Kaohsiung University of Science and Technology berhasil mengisolasi bakteri tersebut dari karang, ujar Tang.
Studi laboratorium dan ekologi selanjutnya menunjukkan bahwa Acr-14 memiliki sifat antioksidan yang kuat dan membantu mengurangi efek stres panas, tambah Tang.
Tim Tang kemudian berhasil mengatasi tantangan teknis utama dengan membudidayakan bakteri yang rapuh ini di laboratorium dan berhasil memperkenalkannya kembali ke dalam karang untuk mengonfirmasi efek perlindungannya.
Dengan menggunakan analisis gen sel tunggal, tim juga menemukan bahwa Acr-14 membantu menjaga komunitas mikroba yang stabil di dalam karang, mengurangi ketidakseimbangan mikroba yang disebabkan stres panas.
Setelah mengembangkan metode yang lebih baik untuk menyiapkan sampel berkualitas tinggi, tim mengidentifikasi 31 jenis sel karang untuk dianalisis, kata Academia Sinica.
Tim juga menghasilkan genom referensi tingkat kromosom untuk populasi karang kembang kol di Taiwan, yang menurut Academia Sinica akan mendukung penelitian masa depan tentang adaptasi karang, interaksi karang-mikroba, dan dampak perubahan iklim.
Para peneliti mengatakan temuan ini memberikan dasar penting untuk mengembangkan probiotik karang guna membantu melindungi dan memulihkan terumbu yang semakin terancam oleh pemanasan global.
Selesai/JC