Taipei, 12 Agu. (CNA) Lembaga pemerintah Taiwan yang mengurusi hubungan dengan Tiongkok hari Selasa (11/8) mengecam keras rencana Beijing untuk menggelar latihan angkatan laut bersama Indonesia di perairan sebelah timur Taiwan, menyebutnya sebagai "provokasi militer" yang melanggar kedaulatan Taiwan dan mengancam keamanan kawasan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Selasa malam, Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) Taiwan mendesak Beijing untuk "segera menghentikan tindakan berbahaya yang merusak status quo tersebut" setelah Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok mengumumkan latihan itu pada hari yang sama.
MAC mengatakan Tiongkok belakangan ini telah mengerahkan kapal-kapal pemerintah untuk melakukan apa yang disebut Beijing sebagai "patroli penegakan hukum rutin" serta mengirim kapal penelitian ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) Taiwan, yang disebutnya sebagai "gangguan zona abu-abu."
Tiongkok kini mengambil langkah lebih jauh dengan berupaya menggelar latihan militer bersama "negara-negara terkait" di perairan sebelah timur Taiwan, kata MAC, menuduh Beijing melakukan sesuatu yang "namanya latihan, nyatanya ekspansi."
Langkah-langkah ini dimaksudkan untuk menciptakan "kesan yang keliru" di komunitas internasional bahwa Beijing memiliki yurisdiksi atas perairan sebelah timur Taiwan, sekaligus "secara terang-terangan melanggar" kedaulatan dan hak-hak maritim Taiwan serta merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, tambah MAC.
MAC mengatakan pemerintah Taiwan akan terus "memantau secara ketat" situasi tersebut dan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan dan tepat" untuk melindungi kedaulatan Taiwan serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, tanpa merinci bentuk langkah yang akan diambil.
Pernyataan MAC dikeluarkan beberapa jam setelah Kementerian Pertahanan Tiongkok mengumumkan pada Selasa pukul 17.08 bahwa sebuah kapal Angkatan Laut Tiongkok dan sebuah fregat Angkatan Laut Indonesia akan menggelar "latihan pelayaran" di perairan sebelah timur Taiwan pada pertengahan Agustus.
Latihan tersebut akan berfokus pada serangkaian kegiatan pelatihan, seperti latihan komunikasi dan pengisian kembali perbekalan di laut, kata kementerian tersebut.
Kementerian mengatakan latihan itu bertujuan meningkatkan kemampuan kedua angkatan laut dalam melaksanakan operasi bersama, memperdalam kerja sama praktis, serta "bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan."
Pengumuman Tiongkok tidak menyebutkan lokasi maupun durasi latihan secara spesifik, atau seberapa jauh kapal-kapal yang berpartisipasi akan beroperasi dari Taiwan.
Tiongkok mengeluarkan pengumuman ini saat Taiwan sedang menggelar latihan tembak langsung Han Kuang, latihan perang tahunan utamanya sejak 1984, yang bertujuan untuk menguji kesiapan tempur dalam menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.
Selama Han Kuang, yang latihan tembak langsungnya tahun ini dimulai pada 5 Agustus dan dijadwalkan berlangsung sepuluh hari sembilan malam, militer Taiwan memobilisasi pasukan di setiap matra dan alutsistanya di seantero negeri untuk melakukan berbagai simulasi.
CNA telah menghubungi pihak berwenang Indonesia untuk meminta komentar, tetapi belum menerima tanggapan hingga berita ini diturunkan.
Republik Tiongkok (Taiwan) dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, tetapi kedua negara memiliki kantor perwakilan di ibu kota masing-masing serta hubungan ekonomi dan ketenagakerjaan yang luas.
Nilai perdagangan bilateral mencapai US$11,27 miliar (Rp201,5 triliun) pada 2025, sementara lebih dari 335.000 pekerja migran Indonesia berada di Taiwan per akhir Juni tahun ini, menurut statistik pemerintah Taiwan.
(Oleh Sunny Lai dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja