Taipei, 5 Agu. (CNA) Hampir 70 persen orang di Taiwan menggunakan agen kecerdasan buatan (AI) setidaknya sekali seminggu, menurut survei yang dirilis pada hari Senin (4/8) oleh Mastercard Taiwan.
"Survei Kebiasaan Penggunaan AI Konsumen di Taiwan 2026" menemukan bahwa ChatGPT dan Gemini adalah alat AI yang paling sering digunakan oleh responden.
Survei tersebut menemukan bahwa 38 persen responden berkonsultasi dengan AI saat membuat keputusan berbelanja, sementara 61 persen mengatakan mereka bersedia menggunakan AI untuk membantu merencanakan jadwal perjalanan.
Survei itu juga menemukan bahwa 57 persen akan mengizinkan agen AI untuk secara otomatis mencari produk berdasarkan preferensi dan anggaran mereka, lalu menyelesaikan pembelian setelah menerima konfirmasi dari pengguna, dengan harapan meningkatkan efisiensi berbelanja.
Agen AI adalah sistem perangkat lunak yang menggunakan kecerdasan buatan untuk melakukan tugas atas nama pengguna dengan tingkat otonomi tertentu, memungkinkan mereka membuat keputusan, belajar, dan beradaptasi, menurut Google.
Di antara responden yang sudah menggunakan AI dan bersedia mengizinkan pembelian yang dibantu AI, 65 persen mengatakan mereka akan mengizinkan agen AI membandingkan harga dan menyelesaikan pembayaran untuk barang konsumsi sehari-hari. Sementara itu, 46 persen mengatakan mereka akan mengizinkan AI memesan akomodasi, dan 42 persen akan melakukannya untuk tiket pesawat.
Eva Chen (陳懿文), manajer umum Mastercard Taiwan, mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa "perdagangan agen" saat ini "sedang berlangsung."
Orang dewasa muda berusia 18-30 tahun adalah pengguna AI paling sering, dengan lebih dari 40 persen melaporkan penggunaan harian dan 27 persen membayar langganan AI. Di antara responden berusia 31-40 tahun, 20 persen berlangganan layanan AI berbayar, sementara 42 persen mengatakan mereka telah menggunakan AI untuk membantu keputusan belanja mereka.
Di antara responden berusia 51-65 tahun, hanya 6 persen yang membayar langganan AI, sementara 26 persen mengatakan mereka menggunakan AI untuk mencari informasi kesehatan dan medis.
Secara keseluruhan, 18 persen responden berlangganan setidaknya satu layanan AI. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya menghabiskan kurang dari NT$600 (Rp334 ribu) per bulan, sementara lebih dari 40 persen membayar antara NT$601 dan NT$1.200.
Chen menambahkan bahwa lebih dari setengah responden mengatakan mereka hanya akan mengizinkan agen AI membuat keputusan terkait pembayaran jika terdapat langkah-langkah keamanan yang kuat -- termasuk autentikasi biometrik, notifikasi transaksi secara real-time, dan enkripsi untuk mencegah informasi kartu kredit terekspos.
Survei ini dilakukan secara daring dari 1 hingga 10 Juni di antara 1.000 orang dewasa berusia 18-65 tahun. Responden dari Taiwan utara, tengah, dan selatan diambil secara proporsional sesuai populasi dengan rasio 5:2:3, dengan jumlah pria dan wanita yang hampir sama. Beberapa pertanyaan mengecualikan responden yang belum pernah menggunakan AI.
Selesai/ML