WAWANCARA /Andovi jajal banyak pengalaman baru dengan berperan di film horor Taiwan

10/08/2026 13:04(Diperbaharui 10/08/2026 13:57)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pemengaruh Indonesia, Andovi Da Lopez di film Taiwan "The Rope Curse 4: Kuntilanak" yang akan tayang pada 27 Agustus. (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)
Pemengaruh Indonesia, Andovi Da Lopez di film Taiwan "The Rope Curse 4: Kuntilanak" yang akan tayang pada 27 Agustus. (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)

Oleh Jason Cahyadi, penulis staf CNA

Pemengaruh asal Indonesia, Andovi da Lopez hari Minggu (9/8) mengatakan dirinya melakukan banyak hal untuk pertama kalinya melalui perannya dalam film "The Rope Curse 4: Kuntilanak" (粽邪4:坤蒂拉娜) yang akan tayang di bioskop di seluruh Taiwan pada 27 Agustus mendatang.

Baca juga: Film Taiwan tentang kuntilanak yang gandeng bintang Indonesia akan tayang 27 Agustus

Dalam wawancara dengan CNA, Andovi mengatakan bahwa di film Taiwan tersebut, ia untuk pertama kalinya memerankan film horor, film internasional, dan adegan laga. "Jadi banyak yang pertama-pertama gua lah."

"Pengalaman yang sangat unik karena sutradaranya sangat-sangat hebat, tetapi tentunya beliau tidak bisa bahasa Indonesia," sehingga ada penerjemah antara bahasa Mandarin dan Indonesia, kata Andovi.

"Tetapi kan di dunia film ada banyak bahasa yang sama, kayak 'action, cut,' kayak ada banyak hal yang melebihi bahasa. Lama-lama paham sendiri," ujarnya, yang pernah berkeliling Taiwan untuk mengisi acara "Fun Taiwan Adventures" (瘋台灣天團) bersama kakaknya, Jovial da Lopez dan pembawa acara Janet Hsieh (謝怡芬).

Ditanya CNA tentang cerita menarik selama proses syuting, Andovi mengatakan adegan laganya "lumayan gila," di mana ia belajar dengan para pemeran pengganti baik dari Indonesia maupun Taiwan dan melakukan pengambilan gambar dari malam hingga pagi seiring dengan kebutuhan latar.

"Capai, tetapi menurut gua sangat-sangat layak dijalani," kata Andovi, menambahkan bahwa ia sangat menantikan untuk menontonnya. "Gua pengin banget ke Taiwan untuk nonton," tetapi sayang, jadwalnya tidak memungkinkan, ujarnya.

Ditanya CNA tentang hal baru seputar Taiwan yang didapatinya dari film ini, Andovi mengatakan bahwa meskipun terdapat perbedaan budaya dengan Indonesia, ia menemukan persamaan pada hantu-hantu Asia yang, menurutnya, "jauh lebih seram daripada hantu Eropa ataupun Amerika."

Andovi juga menceritakan bagaimana ia berharap pengambilan gambar adegannya bersama tokoh hantu segera dirampungkan sutradara karena dirinya benar-benar ketakutan, apalagi efek dan riasan yang dibubuhkan "sangat-sangat wow."

Prosesi doa sebelum syuting "The Rope Curse 4: Kuntilanak" dimulai. (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)
Prosesi doa sebelum syuting "The Rope Curse 4: Kuntilanak" dimulai. (Sumber Foto : WOWing Entertainment Group)

Andovi mengungkapkan bahwa ia mendapatkan perannya, sebagai kreator konten asal Indonesia yang suka mengeksplorasi hal-hal berbau horor bernama Marty, melalui audisi di depan sutradara Liao Shih-han (廖士涵) dengan didampingi penerjemah.

"Gua enggak nyangka gua bakal diterima. Tiba-tiba dua minggu kemudian gua ditelepon," ucapnya, yang tercatat telah terjun ke dunia akting melalui seri televisi sejak 2012, sebelum masuk ke layar lebar melalui film seperti "Youtubers" pada 2015, "#Modus" pada 2016, dan "Bucin" pada 2020.

Andovi mulai tenar melalui konten-konten YouTube bersama Jovial di kanal skinnyindonesian24. Tak hanya pernah beradu peran, ia juga telah mengisi suara hingga menulis naskah.

Film "The Rope Curse 4: Kuntilanak" diawali pembunuhan tragis Mila, seorang pekerja migran Indonesia, di kedai makan di Taiwan, setelah ia menonton siaran langsung yang berisi ritual dukun yang membangkitkan sosok kuntilanak. Pada malam yang sama, pemilik toko tewas gantung diri.

Yulan, wanita Taiwan yang tidak sengaja memasuki lokasi kejadian, juga mengalami berbagai keanehan, lalu diketahui terkena kutukan perpindahan jiwa. Untuk mematahkannya, para tokoh dari kedua negara pun bekerja sama.

Selain Andovi, selebritas Indonesia lainnya yang akan turut mengisi peran di film ini termasuk aktor papan atas Ferry Salim dan eks anggota JKT48 Yessica Tamara. Liao sebelumnya mengungkapkan bahwa "sekitar dua per tiga latar film" berada di Indonesia.

Sebelum resmi ditayangkan pada 27 Agustus mendatang, para penggemar dapat menyaksikannya lebih awal dalam acara khusus pada Kamis malam mendatang, dengan mendapatkan hadiah eksklusif bernilai total lebih dari NT$800 (Rp444 ribu), menurut rilis pers pihak produksi pada 5 Agustus.

Tiket acara tersebut telah mulai dijual pada 6 Agustus melalui situs resmi dan aplikasi resmi Vieshow Cinemas, dengan jumlah terbatas.

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.