Latihan tembak langsung dalam latihan militer Han Kuang tahun ini dimulai pada 5 Agustus dan dijadwalkan berlangsung 10 hari 9 malam.
Taiwan kembali menggelar latihan tembak langsung latihan militer Han Kuang, latihan perang utamanya sejak 1984, yang bertujuan untuk menguji kesiapan tempur dalam menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.
Di edisi ke-42-nya, latihan berbasis simulasi meja dilaksanakan pada 11 hingga 24 April, sementara latihan tembak langsungnya dimulai pada 5 Agustus dan dijadwalkan berlangsung 10 hari 9 malam, dengan menerapkan pola simulasi situasi yang berkelanjutan untuk mengasah kemampuan pasukan merespons kondisi di lingkungan pertempuran nyata, menurut Kementerian Pertahanan Nasional.
Selama Han Kuang, militer Taiwan memobilisasi pasukan di setiap matra dan alutsistanya di seantero negeri, dari utara hingga selatan bahkan pulau-pulau terluarnya, untuk melakukan berbagai macam latihan.
Presiden Lai Ching-te pada 5 Agustus ikut serta dalam latihan antidekapitasi yang melibatkan kendaraan lapis baja militer sebagai respons terhadap simulasi serangan militer Tiongkok yang menargetkan kepala negara Taiwan.
Presiden Lai Ching-te pada 5 Agustus malam menaiki kendaraan lapis baja sebelum dikawal dalam iring-iringan menuju sebuah fasilitas komando aman masa perang di kawasan Dazhi, Taipei.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Karen Kuo mengatakan bahwa sebagai bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang, Presiden dan timnya ikut serta dalam latihan yang menyimulasikan komando operasi pertahanan dan kelangsungan pemerintahan selama keadaan darurat.
Latihan antidekapitasi ini menguji struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme respons untuk memastikan pemerintah dapat terus beroperasi secara efektif sambil menjaga keamanan nasional dan kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai skenario darurat.
Taifun Dolphin membawa angin kencang dan hujan lebat ke Taiwan utara pada 8 dan 9 Agustus, menyebabkan ratusan insiden termasuk pohon tumbang, kerusakan bangunan, dan gangguan listrik, hingga korban luka.
Taifun Dolphin menghantam Taiwan utara hingga tengah pada 8 dan 9 Agustus, membawa angin kencang dan hujan lebat.
Per tanggal 9 malam, taifun telah menyebabkan delapan orang dilaporkan terluka serta 661 laporan insiden, termasuk pohon tumbang hingga kerusakan bangunan, dengan wilayah utara menjadi yang terbanyak.
Taifun juga mengakibatkan terganggunya puluhan layanan feri dan ratusan penerbangan.
Pada tanggal 8, di Distrik Tamsui, New Taipei, terlihat penampakan angin puting beliung.
Seiring taifun melemah dan menjauh, peringatan laut dicabut pada tanggal 9 larut malam.
Wakil Presiden Hsiao Bi-khim pada 7 Agustus meninjau latihan ketahanan perkotaan di Kaohsiung, mengatakan bahwa latihan tersebut dirancang untuk menguji kemampuan Taiwan dalam menjaga operasi penting dan mengoordinasikan sumber daya selama situasi bertekanan tinggi.
Taiwan kembali mengadakan Latihan Ketahanan Perkotaan. Latihan di Kaohsiung pada 7 Agustus ditinjau langsung oleh Wakil Presiden Hsiao Bi-khim.
Hsiao mengatakan latihan ketahanan perkotaan dan latihan militer Han Kuang tahun ini untuk pertama kalinya digabungkan guna menilai koordinasi antara sektor militer, pemerintah, dan sipil.
Latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji prosedur tanggap darurat, tetapi juga memastikan keputusan dapat diambil dengan cepat dan sumber daya dapat dikoordinasikan secara efektif ketika kota menghadapi keadaan darurat besar.
Latihan berfokus pada apakah sistem komando dapat terus beroperasi di bawah tekanan, termasuk koordinasi antara sektor militer dan sipil selama keadaan darurat.
Serikat pekerja dan lembaga swadaya masyarakat mengusulkan pembahasan perlindungan anak buah kapal migran di Taiwan saat taifun, dalam forum hak asasi pekerja perikanan Ditjen Perikanan Taiwan atau FA pada 4 Agustus.
FA pada 4 Agustus menggelar forum hak asasi pekerja perikanan di Kaohsiung, dengan mengundang ratusan perwakilan instansi maupun organisasi dari dalam dan luar negeri.
Jason Lee dari Rerum Novarum dan Sekjen Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia Achmad Mudzakir mengatakan ada ABK migran yang tetap menjaga kapal saat taifun datang karena instruksi majikan, meskipun pemerintah daerah telah melarang.
Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Arif Sulistiyo menyatakan dukungan agar upah ABK migran di perairan Taiwan dan laut jauh disamakan, hingga agar biaya perekrutan ditanggung pemberi kerja.
Wakil Menteri Pertanian Taiwan Huang Chao-chin menegaskan pentingnya perlindungan hak asasi pekerja kapal, penerapan perekrutan adil, serta rantai pasok yang bertanggung jawab.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)