Taipei, 24 Sep. (CNA) Sejumlah kelompok pekerja pada Kamis (24/9) pagi menggelar aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan untuk meminta upah minimum dinaikkan menjadi NT$31.792 (Rp17,884 juta) per bulan dan NT$211 per jam pada 2027, seiring Dewan Peninjauan Upah Minimum memulai sidang.
Dewan Peninjauan Upah Minimum, yang dipimpin menteri ketenagakerjaan dan beranggotakan perwakilan pemerintah, pekerja, pengusaha, serta pakar, memulai sidang pada Kamis untuk menentukan upah minimum 2027.
Di aksi sebelum sidang, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Taiwan, Tai Kuo-jung (戴國榮) mengatakan kelompok buruh berpendapat upah minimum harus dinaikkan 7,77 persen untuk mencerminkan kenaikan harga sekaligus memungkinkan pekerja turut menikmati hasil pertumbuhan ekonomi.
Hal ini didasari indeks harga konsumen (CPI) yang diprediksi meningkat 2,04 persen secara tahunan sementara tingkat pertumbuhan ekonomi mencapai 11,48 persen, menurut bank sentral, kata Tai, yang juga anggota dewan peninjauan.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Keuangan Taiwan, Chung Fu-chi (鍾馥吉) mengatakan berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan ekonomi Taiwan terus berada pada tingkat tinggi, dan upah minimum semestinya mencerminkan hasilnya.
Produk domestik bruto per kapita Taiwan sudah lebih tinggi daripada Jepang dan Korea Selatan, tetapi upah minimum per jamnya justru lebih rendah daripada kedua negara tersebut, kata Chung, menyebutnya sebagai kesenjangan yang tidak masuk akal.
Anggota dewan peninjauan dari pihak pengusaha, Sam Ho (何語) mengatakan dalam wawancara bahwa upah minimum pasti akan melampaui NT$30.000 dan berdasarkan angka CPI memang akan mengalami penyesuaian.
Namun, tingkat pertumbuhan ekonomi berbeda secara signifikan antarindustri, ucapnya, mencatat bahwa ekspor terkait industri kecerdasan buatan (AI) menyumbang 84,2 persen dari total nilai, sementara jumlah pekerjanya kurang dari 30 persen dari seluruh tenaga kerja manufaktur.
Oleh karena itu, perkembangan antarindustri sangat timpang dan penyesuaian upah minimum harus mempertimbangkan keseimbangan di antara berbagai industri secara hati-hati, kata Ho.
Anggota dewan dari pihak pengusaha lainnya, Chiu Yi-cheh (邱一徹) mengatakan pertumbuhan ekonomi Taiwan yang tinggi ditopang industri teknologi tinggi, sementara perkembangan sebagian besar usaha kecil dan menengah, industri tradisional, serta sektor jasa terbatas dan menghadapi berbagai tekanan, termasuk dari segi biaya.
Data pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya diterapkan begitu saja kepada semua industri, kata Chiu, seraya menyerukan agar pemerintah, bersamaan dengan penyesuaian upah minimum, memberikan bantuan kepada usaha kecil dan menengah.
Sebelum sidang, Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) dalam sambutannya mengatakan industri teknologi tinggi terus mendorong pertumbuhan ekonomi Taiwan, sementara data ketenagakerjaan dan lapangan kerja secara keseluruhan juga menunjukkan momentum pertumbuhan yang cukup baik.
Namun, Hung mengatakan kondisi yang dihadapi berbagai sektor industri Taiwan tidak sepenuhnya sama, yang juga dapat memengaruhi pasar tenaga kerja dan kondisi ketenagakerjaan yang berbeda-beda.
Di sisi lain, Hung mengatakan bagi pekerja lapisan bawah dan keluarga dengan pendapatan relatif rendah, perubahan harga barang dan jasa dalam kehidupan sehari-hari masih merupakan hal yang dirasakan secara langsung dan nyata serta menjadi sumber tekanan.
Oleh karena itu, kata Hung, penyesuaian upah minimum harus mencerminkan perubahan harga untuk mempertahankan pemenuhan kebutuhan dasar dan daya beli riil, terutama bagi pekerja dengan upah relatif rendah.
Penyesuaian ini akan ditinjau secara rasional dan hati-hati berdasarkan indikator peninjauan yang telah ditetapkan, termasuk data terkait, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti harga, pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja, dan perkembangan industri, ujarnya.
Keputusan sidang Kamis akan diteruskan ke Yuan Eksekutif untuk mendapatkan persetujuan, kemudian diumumkan. Jika tidak disetujui, dewan kembali bersidang. Namun, hal ini tidak pernah terjadi sejak Undang-Undang Upah Mininum berlaku mulai 2024.
Upah minimum Taiwan saat ini, yang berlaku bagi pekerja yang dicakup Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, adalah NT$29.500 per bulan dan NT$196 per jam.
Hung dan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) sebelumnya telah mengatakan upah per bulan minimum 2027 berpotensi menembus NT$30.000.
(Oleh Wang Shu-fen, Elly Wu, dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF