Taipei, 7 Agu. (CNA) Wakil Presiden Hsiao Bi-khim (蕭美琴) meninjau latihan ketahanan perkotaan di Kaohsiung pada hari Jumat (7/8), dengan mengatakan bahwa latihan tersebut dirancang untuk menguji kemampuan Taiwan dalam menjaga operasi penting dan mengoordinasikan sumber daya selama situasi bertekanan tinggi.
Menurut siaran pers Kantor Kepresidenan, Hsiao mengunjungi pusat komando tanggap darurat gabungan di Biro Pemadam Kebakaran Kaohsiung, di mana ia menerima penjelasan tentang latihan tersebut.
Wakil presiden mengatakan latihan ketahanan perkotaan dan latihan militer Han Kuang sebelumnya dilakukan secara terpisah, namun tahun ini untuk pertama kalinya digabungkan guna menilai koordinasi antara sektor militer, pemerintah, dan sipil.
Ia mengatakan latihan ini tidak hanya bertujuan untuk menguji prosedur tanggap darurat, tetapi juga memastikan keputusan dapat diambil dengan cepat dan sumber daya dapat dikoordinasikan secara efektif ketika kota menghadapi keadaan darurat besar, sehingga membantu melindungi nyawa dan menjaga ketertiban sosial.
Hsiao mengatakan latihan ini berfokus pada apakah sistem komando dapat terus beroperasi di bawah tekanan, termasuk koordinasi antara sektor militer dan sipil selama keadaan darurat.
Ia menambahkan bahwa ketahanan sejati juga bergantung pada kemampuan komunitas, relawan, dan sumber daya sektor swasta lainnya untuk segera bergerak dan memberikan dukungan saat dibutuhkan.
Tujuan utama lainnya adalah memastikan sistem medis dapat terus beroperasi sambil menghadapi tantangan seperti korban massal, alokasi sumber daya, dan kemungkinan relokasi fasilitas, sehingga tetap dapat memberikan perawatan penting selama krisis, kata wakil presiden.
Setelah mengunjungi biro pemadam kebakaran, Hsiao pergi ke Kantor Distrik Cianjhen untuk mempelajari perannya sebagai pusat koordinasi pencegahan bencana.
Ia kemudian menuju ke Rumah Sakit Umum Veteran Kaohsiung, di mana ia menyaksikan latihan medis langsung, termasuk simulasi penanganan korban.
Pihak rumah sakit mengatakan latihan tersebut mensimulasikan skenario darurat yang realistis, termasuk aktivasi Sistem Komando Insiden Rumah Sakit (HICS) dan prosedur evakuasi medis.
Latihan tersebut mencakup lima skenario simulasi yang dirancang untuk mencerminkan kondisi masa perang dengan tetap memprioritaskan keselamatan pasien, termasuk salah satunya terkait pengurangan beban pasien, demikian disampaikan.
Direktur Rumah Sakit Chen Chin-shun (陳金順) menyatakan keyakinannya bahwa Rumah Sakit Umum Veteran Kaohsiung, satu-satunya pusat medis publik di distrik tersebut, dapat merespons dengan cepat jika terjadi krisis nyata.
Di tempat lain, Tainan dan Kabupaten Pingtung juga mengadakan latihan ketahanan perkotaan, termasuk simulasi evakuasi warga sipil ke tempat perlindungan serangan udara dan latihan tanggap darurat lainnya.
Latihan ketahanan perkotaan tahunan akan berlanjut di Taiwan tengah, termasuk Taichung dan Changhua, pada 10 Agustus, sebelum berpindah ke Taiwan utara pada 13 Agustus.
Selesai/ML