Kapal Taiwan bantu selamatkan 36 kru dalam kebakaran kapal Indonesia

24/09/2026 17:35(Diperbaharui 24/09/2026 17:47)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Para kru berkewarganegaraan Indonesia di kapal KM. REAL ANSON yang diselamatkan kapal Taiwan, Wen Hung Dar hari Rabu. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Perikanan)
Para kru berkewarganegaraan Indonesia di kapal KM. REAL ANSON yang diselamatkan kapal Taiwan, Wen Hung Dar hari Rabu. (Sumber Foto : Direktorat Jenderal Perikanan)

Taipei, 24 Sep. (CNA) Sebuah kapal perikanan Taiwan membantu menyelamatkan 36 kru berkewarganegaraan Indonesia di kapal penangkap ikan berbendera Indonesia yang mengalami kebakaran di Samudra Hindia hari Rabu (23/9), kata Direktorat Jenderal Perikanan (FA).

FA dalam sebuah rilis pers hari Kamis mengatakan pihaknya pada pukul 12.10 Rabu menerima laporan dari kapal penangkap ikan tuna Taiwan, Wen Hung Dar bahwa saat beroperasi di sekitar 481 mil laut tenggara Pelabuhan Malé, Maladewa, mereka mereka mendapati kapal Indonesia KM. REAL ANSON kebakaran.

Wen Hung Dar, yang memiliki panjang sekitar 37,5 meter dan tonase kotor 345 ton, segera menghentikan kegiatan penangkapan ikan, memutus alat tangkap, dan melaju dengan kelajuan penuh menuju lokasi di sekitar 24 mil laut di sebelah baratnya untuk memberikan bantuan penyelamatan, kata FA.

Seluruh 36 awak kapal berkewarganegaraan Indonesia di KM. REAL ANSON berhasil diselamatkan. Kapal penangkap ikan berbendera Indonesia lainnya, KM. FORTUNE ANSON datang pada sekitar pukul 20.00 Rabu untuk membantu memindahkan dan membawa mereka kembali.

Setelah menyelesaikan penyelamatan, Wen Hung Dar kembali ke wilayah operasinya semula untuk melanjutkan kegiatan penangkapan ikan, menurut FA.

(Sumber Foto : Direktorat Jenderal Perikanan)
(Sumber Foto : Direktorat Jenderal Perikanan)

FA mengapresiasi Wen Hung Dar, yang disebutnya telah cepat memberikan bantuan kepada kapal penangkap ikan dari negara lain yang mengalami musibah, "yang mencerminkan semangat kemanusiaan internasional dalam penyelamatan di laut serta semangat saling membantu antarkapal penangkap ikan."

Sebelumnya, ketika kapal penangkap ikan berbendera Taiwan mengalami keadaan darurat di laut, kapal-kapal Taiwan juga pernah mendapat bantuan aktif dari berbagai badan pencarian dan penyelamatan serta kapal-kapal sipil dari berbagai negara, catat FA.

Dalam kejadian kali ini, kata FA, Wen Hung Dar tidak memperhitungkan kerugian akibat terhentinya kegiatan penangkapan ikan dan segera menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan setelah mengetahui adanya kecelakaan.

FA menegaskan bahwa kegiatan penangkapan ikan di laut memiliki tingkat risiko yang tinggi, di mana diperlukan kerja sama antara pemerintah, badan pencarian dan penyelamatan, serta kapal-kapal berbagai negara untuk melindungi keselamatan jiwa para nelayan.

Untuk mengoordinasikan dan menjalin komunikasi dengan badan pencarian dan penyelamatan berbagai negara serta kapal-kapal di laut guna membantu menangani insiden darurat, kata FA, Taiwan telah menggunakan berbagai mekanisme, termasuk pusat komando penyelamatan nasional.

Ke depannya, kata FA, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi terkait, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga keselamatan kapal penangkap ikan dan para nelayan yang melakukan kegiatan di laut.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.