Taipei, 25 Sep. (CNA) Perwakilan pekerja menyatakan ketidakpuasan terhadap besaran upah minimum Taiwan tahun 2027 yang ditentukan dalam sidang pada Kamis (24/9), yang berlangsung berlarut-larut seiring alotnya pihak pekerja dan pengusaha menemukan titik temu terkait distribusi hasil pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Menaker: Kenaikan upah minimum 2027 diperkirakan bantu lebih dari 2 juta pekerja
Komite Peninjauan Upah Minimum, yang dipimpin menteri ketenagakerjaan dan beranggotakan perwakilan pemerintah, pekerja, pengusaha, dan pakar, menggelar sidang pada Kamis, dan memutuskan bahwa upah minimum akan naik menjadi NT$30.900 (Rp17,4 juta) per bulan dan NT$205 per jam pada 2027.
Pekerja tidak puas
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Taiwan, Tai Kuo-jung (戴國榮) mengatakan serikat merasa kecewa dan buntu karena kenaikan upah minimum hanya sebesar 4,745 persen, di bawah 7,77 persen yang mereka harapkan dan 5 persen yang mereka toleransi.
Ia mengatakan ada konsensus bahwa penyesuaian upah minimum harus sepenuhnya mencerminkan kenaikan indeks harga konsumen (IHK) yang sebesar 2,07 persen. Namun, pekerja dan pengusaha berselisih terkait pertumbuhan ekonomi, yang diperkirakan pemerintah mencapai 11,05 persen.
Perwakilan pekerja bersikeras hasil pertumbuhan ekonomi harus dinikmati bersama dengan kenaikan upah minimum 7,7 persen, sementara kelompok pengusaha tetap bersikeras kenaikan tidak boleh melebihi 3 persen, dengan alasan kontribusi masing-masing sektor industri terhadap pertumbuhan berbeda, kata Tai.
Baca juga: Kelompok pekerja minta upah minimum 2027 tembus NT$31 ribu
Seorang akademisi di sidang mengatakan kenaikan upah minimum dapat mencapai 5,42 persen, berdasarkan kontribusi berbagai sektor terhadap produk domestik bruto (PDB) dan jumlah pekerjanya pada 2024, tetapi kelompok pengusaha tetap bersikeras menolak, ujar Tai.
Pihak pekerja juga tidak dapat menerima pernyataan kelompok pengusaha yang menganggap kenaikan hasil sidang menunjukkan itikad baik karena lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. "Mengapa tidak melihat pertumbuhan ekonomi tahun ini?" kata Tai.
Hasil sidang berbeda dari ekspektasi awal, kata Tai, menambahkan bahwa selain kecewa, ia juga menilai kelompok pengusaha belum menunjukkan itikad baik sepenuhnya dalam berbagi hasil pertumbuhan ekonomi.
Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Keuangan Taiwan, Han Shih-hsien (韓仕賢) mengatakan pihaknya juga kecewa kenaikan tidak mencapai harapan serikat, meskipun tetap mengapresiasinya.
Han juga mencatat pemerintah seharusnya mewajibkan kenaikan tingkat iuran pensiun tenaga kerja dan mengubah batas atas upah yang menjadi dasar kepesertaan asuransi tenaga kerja.
Senada, Tai mengatakan banyak anak muda berada dalam kondisi berupah rendah, yang dapat menyebabkan kemiskinan setelah pensiun.
Perwakilan federasi serikat pekerja pengemudi, Cheng Li-chia (鄭力嘉), menekankan data menunjukkan industri tradisional tetap bertumbuh dan kondisinya tidak seburuk yang digambarkan pihak pengusaha.
Pihak pekerja sangat yakin terhadap data yang mereka ajukan, dan "tidak puas, tetapi dapat menerima" hasil sidang, menurut Cheng, yang juga anggota komite.
Secara terpisah, Taiwan Labour Front (TLF) dalam rilis persnya menyambut baik penyesuaian upah minimum, tetapi menegaskan ini adalah biaya tenaga kerja yang secara hukum memang harus ditanggung perusahaan.
TLF mengkritik program pemerintah yang memberikan subsidi upah minimum kepada perusahaan, dengan mengatakan hal ini dikhawatirkan membuat mereka semakin bergantung pada keuntungan dari upah rendah dan tidak membantu transformasi industri.
TLF juga menyerukan penyeragaman standar pemberian sanksi pelanggaran terkait upah minimum di setiap kabupaten dan kota yang berada di bawah pemerintah daerah, kawasan industri di bawah Kementerian Urusan Ekonomi, serta taman sains di bawah Dewan Sains dan Teknologi Nasional.
Pengusaha tekankan perbedaan
Ketua General Chamber of Commerce of the Republic of China, Hsu Shu-po (許舒博) mengatakan pihaknya menghormati penyesuaian ini, dan mencatat sistem upah minimum merupakan landasan penting untuk menjamin kehidupan dasar pekerja berupah rendah.
Namun, Hsu menekankan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tidak hanya menghadapi peningkatan biaya operasional, melainkan juga kenaikan pengeluaran yang diperlukan untuk memenuhi regulasi.
Hsu juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Taiwan dalam beberapa tahun terakhir terutama didorong permintaan teknologi tinggi global, sementara manfaatnya tidak terdistribusi secara merata.
Ekspor sangat terkonsentrasi pada industri kecerdasan buatan serta teknologi informasi dan komunikasi, sementara usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) di akar rumput tidak mengalami pertumbuhan yang sebanding, kata Hsu.
Sebagian besar industri tradisional dan sektor jasa yang bergantung pada permintaan domestik masih menghadapi tekanan berupa persaingan internasional, kekurangan tenaga kerja, serta peningkatan biaya operasional, ucapnya.
Bagi UKM yang memiliki keterbatasan dalam mengalihkan kenaikan biaya kepada pihak lain, kenaikan upah minimum juga akan berdampak pada biaya ketenagakerjaan wajib seperti asuransi hingga dana pensiun, kata Hsu.
Chinese National Association of Industri & Commerce, Taiwan dalam rilis pers juga menyatakan apresiasi upaya pemerintah dalam mencapai keseimbangan antara memerhatikan kehidupan pekerja dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi menekankan kemampuan setiap industri beragam.
Penyesuaian upah minimum seharusnya menggunakan IHK sebagai dasar utama, sementara tidak secara langsung memperhitungkan tingkat pertumbuhan PDB, agar industri tradisional serta UKM yang memiliki keuntungan terbatas tidak kesulitan menanggung beban ini, kata asosiasi.
Asosiasi juga menyerukan agar pemerintah juga memberikan dukungan nyata kepada UKM, seperti membantu peningkatan dan transformasi usaha serta menyediakan pembiayaan.
Ketua Chinese National Federation of Industries, Pan Chun-jung (潘俊榮), melalui rilis pers juga mengapresiasi kenaikan upah minimum, dan menyatakan perusahaan yang memperoleh keuntungan juga seharusnya menaikkan upah karyawannya.
Namun, tanggung jawab untuk meningkatkan taraf hidup dan kebahagiaan masyarakat tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada perusahaan, kata Pan. "Manfaat AI bukan hanya untuk dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat. Pemerintah memiliki dana dan juga harus menggunakannya untuk mendukung industri."
Untuk itu, federasi menyerukan agar dalam pembahasan upah minimum di masa mendatang, pemerintah tidak hanya mempertimbangkan kinerja ekonomi secara keseluruhan, tetapi juga memasukkan perbedaan kondisi dan kemampuan menanggung beban setiap industri.
Perdebatan sengit
Sidang komite pada Kamis tidak seperti biasanya. Dalam beberapa tahun terakhir, pembahasan umumnya berlangsung cukup tenang, sehingga biasanya berakhir sekitar pukul 2 atau 3 sore. Namun, kali ini, pihak pekerja dan pengusaha sama-sama bersikukuh sehingga hingga pukul 4 sore belum tercapai konsensus.
Setelah kedua pihak sama-sama tidak mau mengalah di sepanjang pagi sejak sidang dimulai pukul 10.00, pihak pekerja bersedia menurunkan tuntutannya dari 7,77 persen menjadi 6,6 persen, tetapi pengusaha tetap tidak mau mengalah, kata perwakilan pekerja dalam wawancara.
Kedua pihak pun terus berunding hingga para akademisi memperkirakan tingkat kenaikan berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan proporsi tenaga kerja di masing-masing industri. Setelah ditambah dengan IHK, diperoleh angka kenaikan sebesar 5,62 persen.
Pihak pengusaha tidak setuju karena data yang digunakan pihak akademisi berasal dari 2014. Rapat pun dihentikan sementara, sementara kedua pihak berunding untuk melihat apakah masih ada ruang untuk saling mengalah.
Pada akhirnya, pihak pekerja bersikeras upah minimum setidaknya harus mencapai NT$31.100, sedangkan pengusaha hanya bersedia menaikkannya menjadi NT$30.700.
Menurut keterangan peserta sidang, kedua pihak menemui jalan buntu terkait selisih NT$400 ini. Perwakilan pengusaha terlebih dahulu mengusulkan untuk menaikkan tawarannya sebesar NT$200, tetapi tetap ditolak pekerja.
Pihak pengusaha kemudian bertanya, "Kami sudah mengalah NT$200, mengapa pihak pekerja tidak bisa?" Setelah cukup lama mempertimbangkannya, pihak pekerja akhirnya setuju.
(Oleh Elly Wu, Tseng Yun-ting, Wang Shu-fen, dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF