Taipei, 9 Agu. (CNA) Di tengah hujan deras yang dibawa Taifun Dolphin, Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Minggu (9/8) memeriksa pasukan yang ditempatkan di Taoyuan selama tahap latihan tembak langsung dari rangkaian latihan Han Kuang, seiring latihan militer tahunan terbesar tersebut memasuki hari kelimanya.
Didampingi Menteri Pertahanan Wellington Koo (顧立雄) dan Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu (吳釗燮), Lai yang mengenakan jas hujan menerima penjelasan dari komandan kelompok latihan Taoyuan mengenai bagaimana militer berkoordinasi untuk menghadapi simulasi invasi Tiongkok, menurut siaran pers Kantor Kepresidenan.
Rombongan pejabat tinggi Taiwan tersebut kemudian bergerak ke lokasi terdekat yang dioperasikan oleh Komando Artileri ke-21 Angkatan Darat, tempat Sistem Pertahanan Udara Avenger dikerahkan.
Dalam unggahan di Facebook, Lai mengatakan bahwa dirinya berterima kasih kepada seluruh personel militer yang berpartisipasi dalam rangkaian latihan Han Kuang karena tetap menjalankan tugas mereka meskipun diguyur hujan deras yang dibawa Taifun Dolphin.
Ia mengimbau seluruh personel untuk menjaga diri dan sesama rekan mereka dengan baik, seraya mengatakan bahwa negara menjadi lebih aman dan memiliki kemampuan lebih besar untuk mempertahankan diri dengan persiapan yang lebih baik, sebagaimana dipastikan melalui latihan Han Kuang.
Di Taipei, Komando Polisi Militer, bekerja sama dengan pemerintah kota, Departemen Kepolisian Kota Taipei, dan Taipei Rapid Transit Corp., pada Minggu dini hari menggelar latihan yang menyimulasikan penggunaan sistem MRT bawah tanah untuk memobilisasi pasukan dan peralatan ke lokasi-lokasi pertahanan serta menjalankan misi pasokan logistik.
Komando tersebut mengatakan dalam siaran pers bahwa latihan semacam itu bertujuan memperkuat ketahanan pertahanan perkotaan dan menerapkan integrasi sipil-militer dengan membuat unit militer memanfaatkan sistem transportasi umum yang sudah ada untuk memenuhi kebutuhan pertahanan mereka.
Di Kepulauan Penghu, Komando Operasi Pesisir Angkatan Laut yang baru dibentuk pada Minggu mengerahkan unit rudal antikapal bergerak berbasis darat, yakni Hsiung Feng II (HF-2) dan Hsiung Feng III (HF-3), ke lokasi-lokasi strategis yang telah ditentukan setelah menerima perintah untuk melakukannya.
Menurut siaran pers komando, latihan tersebut bertujuan menguji apakah baterai rudal antikapal berbasis darat dapat dipindahkan dengan cepat ke lokasi-lokasi penting untuk membentuk jaringan pertahanan asimetris dan bersama-sama menghadang pasukan Tiongkok yang melakukan invasi.
Latihan tahunan Han Kuang, yang telah menjadi latihan perang utama Taiwan sejak 1984, bertujuan menguji kesiapan tempur negara tersebut dalam menghadapi kemungkinan invasi Tiongkok.
Latihan berskala besar tersebut digelar dalam dua tahap. Latihan perang berbasis simulasi komputer tahun ini, yang merupakan penyelenggaraan ke-42, dilaksanakan pada 11-24 April, sementara tahap latihan tembak langsung dijadwalkan berlangsung pada 5-14 Agustus.
(Oleh Joseph Yeh dan Jason Cahyadi)
Selesai/