Pemerintah Taiwan siapkan bantuan industri seiring upah minimum naik 2027

25/09/2026 13:39(Diperbaharui 25/09/2026 14:18)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Menteri Ketenagakerjaan Taiwan Hung Sun-han (kedua dari kanan) dan pejabat lainnya di konferensi pers pengumuman hasil keputusan sidang Komite Peninjauan Upah Minimum pada Kamis. (Sumber Foto : CNA, 24 September 2026)
Menteri Ketenagakerjaan Taiwan Hung Sun-han (kedua dari kanan) dan pejabat lainnya di konferensi pers pengumuman hasil keputusan sidang Komite Peninjauan Upah Minimum pada Kamis. (Sumber Foto : CNA, 24 September 2026)

Taipei, 25 Sep. (CNA) Pemerintah Taiwan hari Kamis (24/9) menyatakan akan menyiapkan langkah-langkah bantuan untuk industri yang sedang menghadapi tekanan, seiring Komite Peninjauan Upah Minimum memutuskan upah minimum akan naik menjadi NT$30.900 (Rp17,4 juta) per bulan dan NT$205 per jam pada 2027.

Baca juga: Menaker: Kenaikan upah minimum 2027 diperkirakan bantu lebih dari 2 juta pekerja

Menanggapi keputusan kenaikan, Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) melalui Facebook pada Kamis malam mengatakan pemerintah akan menambah anggaran dukungan pengembangan industri sebesar NT$100 miliar selama delapan tahun melalui peraturan yang mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan menggabungkan anggaran tersebut dengan yang sudah ada, kata Cho, pemerintah mulai 2027 akan mengalokasikan NT$25 miliar setiap tahun untuk memperbesar dan mempercepat dukungan bagi UMKM dalam melakukan transformasi digital dan netral karbon, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

Seiring keputusan sidang penetapan upah minimum itu masih menunggu persetujuan Yuan Eksekutif (Kabinet), Cho mengatakan Kabinet akan mempercepat prosedur administrasi terkait agar kenaikan ini dapat terjadi dan terus memenuhi komitmen untuk memberikan perlindungan kepada pekerja berpenghasilan rendah.

Dalam konferensi pers setelah sidang pada Kamis, Menteri Ketenagakerjaan Hung Sun-han (洪申翰) mengatakan industri manufaktur dan jasa yang terdampak perang di Timur Tengah, praktik dumping, biaya bahan baku, dan faktor lainnya masih menghadapi berbagai kesulitan.

Oleh karena itu, kata Hung, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) akan segera bekerja sama dengan Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) untuk menyusun langkah-langkah pendukung guna memberikan bantuan kepada industri.

(Sumber Foto : CNA, 24 September 2026)
(Sumber Foto : CNA, 24 September 2026)

Pemerintah pada awal tahun ini telah mengalokasikan NT$2 miliar untuk subsidi upah minimum, seiring MOL dan MOEA tahun lalu mempertimbangkan kenaikannya dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap industri yang terpengaruh tarif impor Amerika Serikat, kata Hung.

Pekerja migran juga dimasukkan dalam skema tersebut guna membantu industri tradisional serta usaha kecil dan menengah yang tenaga kerjanya terutama terdiri atas tenaga kerja asing, menurut Hung.

Namun, hingga Selasa, dana tersebut baru disalurkan kepada 6.842 perusahaan, dengan jumlah penerima subsidi sebanyak 102.930 orang dan total bantuan sebesar NT$528,07 juta, kata Hung, seraya mencatat bahwa sebagian permohonan masih ditinjau.

Hung mengatakan bahwa menurutnya, cara terbaik untuk menangani dampak kenaikan upah minimum adalah dengan membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan nilai produksi melalui berbagai metode lain sehingga dapat mendorong peningkatan dan transformasi perusahaan.

Namun, perusahaan tetap membutuhkan jenis bantuan yang berbeda tergantung situasi, dan hal ini juga perlu dipertimbangkan, kata Hung.

Hung mengatakan pihaknya akan kembali berdiskusi dengan MOEA mengenai mekanisme pelaksanaan subsidi selanjutnya, termasuk bagaimana membuat proses pengajuan dan pelaksanaannya lebih sederhana bagi industri yang membutuhkan, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan program.

Sementara itu, MOEA dalam pernyataan pada Kamis malam menyatakan akan secepatnya membahas langkah-langkah bantuan bersama MOL, menanggapi masukan dari anggota komite di sidang.

Menteri Urusan Ekonomi Kung Ming-hsin (龔明鑫) juga menginstruksikan agar bantuan diberikan kepada UMKM yang terdampak, sekaligus terus memperkuat ketahanan pengembangan mereka.

Penyesuaian upah minimum berkaitan dengan kebutuhan hidup dasar pekerja serta operasional perusahaan, sebut MOEA.

Menurut Hung, penyesuaian ini diperkirakan akan memberi manfaat langsung kepada sekitar 2.611.600 pekerja, termasuk 2.197.200 tenaga kerja lokal -- terdiri dari 1.827.000 pekerja bulanan dan 784.600 pekerja paruh waktu -- serta 414.400 pekerja migran.

Namun, menurut peraturan, kenaikan upah minimum tidak mencakup mereka yang tidak dicakup Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, termasuk pekerja rumah tangga, pekerja perikanan yang direkrut di luar Taiwan, personel militer, pegawai negeri, sebagian kategori guru, dan beberapa pekerjaan lainnya.

(Oleh Lai Yu-chen, Elly Wu, Tseng Yun-ting, dan Jason Cahyadi)

Selesai/IF

(Sumber Gambar : CNA)
(Sumber Gambar : CNA)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.