Taipei, 27 Sep. (CNA) Pesanan ekspor Taiwan mencapai rekor tertinggi pada bulan Agustus, melonjak lebih dari 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya berkat ledakan kecerdasan buatan (AI) global, kata Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) pada hari Selasa (22/9).
Pesanan ekspor melonjak 71,4 persen secara tahunan menjadi rekor US$102,96 miliar (Rp1,8 kuadriliun) pada bulan Agustus, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$97,94 miliar yang dicapai pada bulan Juli. Bulan Agustus menandai pertumbuhan tahunan selama 19 bulan berturut-turut.
Angka bulan Agustus juga melampaui perkiraan sebelumnya dari kementerian sebesar US$97,0 miliar hingga US$99,0 miliar.
Dalam delapan bulan pertama tahun 2026, total pesanan ekspor Taiwan mencapai US$704,99 miliar, naik 55,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata MOEA.
Huang Wei-jie (黃偉傑), kepala Departemen Statistik MOEA, mengaitkan kinerja bulan Agustus yang lebih baik dari perkiraan dengan meningkatnya permintaan untuk server AI.
Ia mengatakan upaya penyedia layanan cloud utama Amerika Serikat untuk mengembangkan application-specific integrated circuits (ASICs) juga mendorong permintaan chip yang dirancang di Taiwan.
Industri elektronik menerima pesanan ekspor sebesar US$45,75 miliar pada bulan Agustus, naik 83,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, karena permintaan yang kuat untuk aplikasi AI dan perangkat komputasi berkinerja tinggi mendorong pesanan untuk manufaktur IC, desain IC, dan chip memori, kata MOEA.
Pesanan ekspor untuk industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Taiwan melonjak 100,5 persen secara tahunan menjadi US$34,21 miliar.
Kedua industri tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 78 persen dari total pesanan ekspor Taiwan pada bulan Agustus.
Sebaliknya, pesanan ekspor untuk industri optoelektronik turun 5,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$1,97 miliar karena permintaan untuk panel datar tetap lemah, menurut MOEA.
Industri tradisional juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pesanan ekspor mesin naik 28,3 persen secara tahunan pada bulan Agustus menjadi US$2,21 miliar karena perusahaan semikonduktor memasang peralatan baru untuk memperluas produksi dan memenuhi permintaan AI, kata MOEA.
Pesanan ekspor untuk industri logam dasar meningkat 26,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$2,34 miliar, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk material yang digunakan dalam aplikasi AI, termasuk foil tembaga dan laminasi berlapis tembaga, tambah MOEA.
Industri plastik dan karet serta industri produk kimia mencatat pertumbuhan tahunan masing-masing sebesar 6,7 persen dan 15,4 persen, di tengah pemulihan permintaan, kata kementerian.
Amerika Serikat menjadi sumber pesanan ekspor terbesar Taiwan pada bulan Agustus, menyumbang US$42,13 miliar, naik 88,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kata MOEA. Pesanan AS untuk produk TIK melonjak 195,3 persen secara tahunan, tambah MOEA.
Huang mengatakan pesanan ekspor bulanan dapat tetap sekitar US$100 miliar dari September hingga Desember, sehingga total pesanan ekspor Taiwan sepanjang tahun 2026 dapat mencapai US$1,1 triliun, dibandingkan dengan US$743,73 miliar pada tahun 2025.
Ia memperkirakan pesanan ekspor sebesar US$106,0 miliar hingga US$109,1 miliar pada bulan September, yang berarti pertumbuhan tahunan sebesar 50,7 hingga 55,1 persen.
Selesai/