Taipei, 25 Sep. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Jumat (25/9) menolak pernyataan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) tentang Taiwan yang dibuatnya dalam kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat (AS), menyebut Beijing "memutarbalikkan fakta" untuk memajukan posisi dan klaimnya.
Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengenai pertemuan tertutup Xi dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis waktu Washington, Xi mengatakan posisi Beijing mengenai "menjaga unifikasi nasional dan integritas teritorial" sudah jelas.
"Kami berharap AS akan mempertahankan posisi yang benar dengan menentang 'kemerdekaan Taiwan' dan menangani masalah Taiwan secara hati-hati," tambah siaran pers tersebut.
Sebagai tanggapan, MOFA mengatakan bahwa Republik Tiongkok (ROC) -- nama resmi Taiwan -- dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak saling tunduk dan kedaulatan Taiwan adalah milik rakyatnya.
MOFA menambahkan bahwa pihak Tiongkok menggunakan taktik mereka seperti biasa, yaitu "memutarbalikkan fakta," yang mereka gunakan untuk "menyampaikan posisi dan klaimnya secara sepihak."
"Masa depan Taiwan hanya dapat diputuskan bersama oleh rakyat Taiwan melalui cara-cara demokratis," tambah kementerian.
MOFA juga mencatat bahwa lebih dari 60 senator dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS lintas partai telah menyuarakan dukungan untuk Taiwan.
Taiwan akan terus bekerja sama erat dengan AS dan mitra sehaluan lainnya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong kawasan yang bebas, terbuka, dan makmur, tambah MOFA.
Sementara itu, Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) Taiwan dalam rilis persnya mengatakan akar ketegangan di Selat Taiwan terletak pada "tindakan ekspansionis" Beijing yang dalam beberapa tahun terakhir semakin agresif.
Tindakan-tindakan itu termasuk pesawat dan kapal militer Tiongkok yang terus mengganggu Taiwan, bahkan rutin melakukan patroli "penegakan hukum" di perairan timur Taiwan, kata MAC.
Gedung Putih belum mengeluarkan rilis pers mengenai pertemuan tersebut hingga Kamis malam waktu AS.
Kunjungan kenegaraan selama tiga hari yang sedang berlangsung, dari 23 hingga 25 September waktu AS, menandai kunjungan pertama Xi ke Gedung Putih dalam sebelas tahun dan pertemuan keduanya dengan Trump tahun ini, setelah pertemuan puncak mereka di Beijing pada Mei.
Selesai/