Taipei tolak pernyataan Xi tentang Taiwan dalam kunjungan ke AS

25/09/2026 18:49(Diperbaharui 25/09/2026 19:04)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) bertemu Presiden AS Donald Trump (kanan) di Gedung Putih pada Kamis. (Sumber Gambar : x.com/WhiteHouse)
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) bertemu Presiden AS Donald Trump (kanan) di Gedung Putih pada Kamis. (Sumber Gambar : x.com/WhiteHouse)

Taipei, 25 Sep. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Jumat (25/9) menolak pernyataan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平) tentang Taiwan yang dibuatnya dalam kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat (AS), menyebut Beijing "memutarbalikkan fakta" untuk memajukan posisi dan klaimnya.

Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengenai pertemuan tertutup Xi dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis waktu Washington, Xi mengatakan posisi Beijing mengenai "menjaga unifikasi nasional dan integritas teritorial" sudah jelas.

"Kami berharap AS akan mempertahankan posisi yang benar dengan menentang 'kemerdekaan Taiwan' dan menangani masalah Taiwan secara hati-hati," tambah siaran pers tersebut.

Sebagai tanggapan, MOFA mengatakan bahwa Republik Tiongkok (ROC) -- nama resmi Taiwan -- dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tidak saling tunduk dan kedaulatan Taiwan adalah milik rakyatnya.

MOFA menambahkan bahwa pihak Tiongkok menggunakan taktik mereka seperti biasa, yaitu "memutarbalikkan fakta," yang mereka gunakan untuk "menyampaikan posisi dan klaimnya secara sepihak."

"Masa depan Taiwan hanya dapat diputuskan bersama oleh rakyat Taiwan melalui cara-cara demokratis," tambah kementerian.

MOFA juga mencatat bahwa lebih dari 60 senator dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS lintas partai telah menyuarakan dukungan untuk Taiwan.

Taiwan akan terus bekerja sama erat dengan AS dan mitra sehaluan lainnya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta mendorong kawasan yang bebas, terbuka, dan makmur, tambah MOFA.

Sementara itu, Dewan Urusan Tiongkok Daratan (MAC) Taiwan dalam rilis persnya mengatakan akar ketegangan di Selat Taiwan terletak pada "tindakan ekspansionis" Beijing yang dalam beberapa tahun terakhir semakin agresif.

Tindakan-tindakan itu termasuk pesawat dan kapal militer Tiongkok yang terus mengganggu Taiwan, bahkan rutin melakukan patroli "penegakan hukum" di perairan timur Taiwan, kata MAC.

Gedung Putih belum mengeluarkan rilis pers mengenai pertemuan tersebut hingga Kamis malam waktu AS.

Kunjungan kenegaraan selama tiga hari yang sedang berlangsung, dari 23 hingga 25 September waktu AS, menandai kunjungan pertama Xi ke Gedung Putih dalam sebelas tahun dan pertemuan keduanya dengan Trump tahun ini, setelah pertemuan puncak mereka di Beijing pada Mei.

(Oleh Sunny Lai dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.