Teh kemasan Indonesia ditahan di perbatasan Taiwan karena pemanis

07/04/2026 14:59(Diperbaharui 07/04/2026 14:59)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Gambar : TFDA)
(Sumber Gambar : TFDA)

Taipei, 7 Apr. (CNA) Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) hari Selasa (7/4) mengumumkan lebih dari 2 ton teh kemasan botol asal Indonesia telah ditahan di perbatasan karena kandungan pemanis buatan yang tidak sesuai standar Taiwan.

Uji sampel dari sekelompok produk berlabel "茉莉花茶(TEH GELAS ORIGINAL TEA)" menemukan asam siklamat berkadar 0,08 gram per kilogram, sementara di Taiwan pemanis buatan itu tidak diizinkan dikandung produk semacam ini, menurut TFDA.

Oleh karena itu, kata TFDA, 650 karton teh kemasan itu, dengan bobot total 2,73 ton, dikembalikan atau dimusnahkan sesuai peraturan.

Menurut TFDA, rempah bermerek dagang TEH GELAS itu diimpor Wan Chuan Enterprise Co. dari PT. CS2 Pola Sehat, dan diterima untuk pemeriksaan pada 11 Maret.

PT. CS2 Pola Sehat, yang berdiri pada 2005, berfokus pada kategori "minuman manis plus", dengan produk yang mencakup Teh Gelas, Crystalin, Susu Tango, Vita Jelly Drink, Vita Pudding, Amani Yogurt, Panjang Jiwo, Garantea, Susu Milk-ido, Kopi Seruput, Kopi Naga, dan Adem Sejuk, menurut situs Orang Tua Group selaku induk perusahaan.

Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 memperbolehkan "minuman berbasis air berperisa" mengandung asam siklamat hingga 0,350 gram per kilogram, dihitung terhadap produk siap konsumsi.

Selain teh kemasan dari Indonesia ini, TFDA hari Selasa mengumumkan empat produk impor lainnya yang ditahan di perbatasan Taiwan, termasuk biji makadamia mentah asal Afrika Selatan, rempah Mesir, baki kertas Tiongkok, dan cumi-cumi Jepang.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.