Taipei, 7 Apr. (CNA) Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Arif Sulistiyo dalam acara halalbihalal di Pelabuhan Donggang, Kabupaten Pingtung hari Sabtu (4/4) mengimbau anak buah kapal (ABK) migran agar berani menolak jika diminta mengangkut barang di tengah laut yang tidak diketahui isinya.
"Semakin banyak ABK kita yang terjerat kasus hukum karena diperintah majikan untuk mengangkut paket di tengah laut yang tidak diketahui isinya. Tolak perintah tersebut, tapi jika tidak bisa tolak, kirim pesan ke KDEI bahwa dipaksa mengangkut paket tersebut," tegasnya, dikutip unggahan media sosial KDEI pada Senin.
Arif juga mencatat bahwa tahun ini tidak hanya nelayan teritori yang mendapatkan kenaikan upah minimum menjadi NT$29.500 (15,7 juta), melainkan anak buah kapal (ABK) laut jauh juga mengalami peningkatan ke US$570 (Rp9,71 juta).
Meski belum setara dengan nelayan teritori, tetapi kenaikan ini merupakan upaya yang patut disyukuri, dan Arif menyarankan agar semua PMI memastikan gajinya sudah sesuai dengan standar terakhir, menurut KDEI.
"Untuk kenaikan gaji perawat ama/akong di rumah dan PLRT (penata laksana rumah tangga) masih kita upayakan, April ini kita akan negosiasi kembali dengan pihak Taiwan," ujar Arif dalam acara yang dihadiri sekitar 100 orang ini, dikutip KDEI.
Arif juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid An-Nur dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan Ranting Tongkang yang membantu terselenggaranya salat Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia pun mengapresiasi Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia - Pingtung Migrant Fisherman Union (FOSPI-PMFU) yang membantu KDEI menyuarakan peningkatan pelindungan dan hak-hak ABK kepada otoritas Taiwan.
Sementara itu, Ketua FOSPI-PMFU dalam sambutannya menegaskan bahwa di tengah kerasnya ombak dan tantangan bekerja di negeri orang, berserikat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Suara ABK terlalu kecil tanpa serikat, tetapi berserikat dapat membentuk kekuatan kolektif yang memiliki posisi tawar untuk menuntut keadilan, ucapnya dikutip unggahan Facebook FOSPI-PMFU hari Minggu.
Di sisi lain, Analis Bidang Tenaga Kerja, Mira Caliandra juga menampung pengaduan dari beberapa ABK yang hadir dalam acara, dan tindak lanjut segera diberikan kepada mereka yang membutuhkan respons cepat, menurut KDEI.
Menurut FOSPI-PMFU, acara ini merupakan buah kolaborasi antara Masjid An-Nur Donggang, PCINU Taiwan Ranting Tongkang, dan serikat tersebut beserta seluruh 12 Koordinator Wilayah di Donggang.
Halalbihalal juga disertai pelantikan pengurus PCINU Ranting Tongkang periode 2026-2029 dan Masjid An-Nur Tongkang.
PCINU dalam unggahan media sosialnya pada Senin mengatakan, "Semoga amanah yang telah diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan semangat khidmah untuk umat."
"Semoga kepengurusan yang baru mampu menjadi penggerak kebersamaan, penguat ukhuwah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi warga nahdiyin dan masyarakat Indonesia di Taiwan, khususnya di wilayah Tongkang," kata PCINU.
Sementara itu, FOSPI-PMFU memberi ucapan selamat dan sukses, seraya menyebut amanah ini adalah "tanggung jawab besar" sekaligus ladang dakwah bagi para perantau.
"Semoga jajaran pengurus baru diberikan kekuatan, kesabaran, dan keberkahan dalam menjalankan tugas, serta senantiasa bersinergi dengan FOSPI-PMFU dan Masjid An-Nur dalam mengayomi rekan-rekan PMI di Donggang," kata FOSPI-PMFU.
Dalam unggahan Facebook pada Jumat, Masjid An-Nur mengatakan halalbihalal menjadi momentum untuk membersihkan hati, mempererat ukhuwah, dan memperbaiki hubungan antarsesama.
"Terlebih yang hidup di perantauan, kebersamaan seperti ini menjadi penguat hati, pengingat bahwa kita adalah satu keluarga dalam iman dan Islam," kata pihak masjid.
Selesai/ja